Archive

Posts Tagged ‘Internet’

Overview AJAX (Asynchronus JavaScript and XML)

September 15th, 2009 myandisun 1 comment

by: Andi Sunyoto

Abstraksi

AJAX is not a new programming language, but a technique for creating better, faster, and more interactive web applications. With AJAX, your JavaScript can communicate directly with the server, using the JavaScript XMLHttpRequest object. With this object, your JavaScript can trade data with a web server, without reloading the page. AJAX uses asynchronous data transfer (HTTP requests) between the browser and the web server, allowing web pages to request small bits of information from the server instead of whole pages. The AJAX technique makes Internet applications smaller, faster and more user-friendly. Web applications have many benefits over desktop applications; they can reach a larger audience, they are easier to install and support, and easier to develop. However, Internet applications are not always as “rich” and user-friendly as traditional desktop applications. With AJAX, Internet applications can be made richer and more user-friendly.

Key Word: AJAX, Internet, JavaScript, XML, Asynchronus

1      Pengenalan AJAX

AJAX diperkenalkan oleh Jesse James Garret dari Adaptive Path pada tahun 2005. Ia mendeskripsikan bagaimana mengembangkan web yang berbeda dengan metode tradisional. Ia mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul “AJAX: A New Approach to Web Applications”. Pada artikelnya, Garret yakin bahwa aplikasi web dapat menutup jurang pemisah antara web dan aplikasi desktop.

Pengembangan web secara tradisional bekerja secara synchronously, antara aplikasi dan server, setiap kali melakukan link atau melakukan operasi “submit” pada form. Caranya, browser mengirim data ke server, server merespons dan seluruh halaman akan di refresh.

Aplikasi web yang bekerja dengan AJAX bekerja secara asynchronously, yang berarti mengirim dan menerima data dari user ke server tanpa perlu me-load kembali seluruh halaman, melainkan hanya melakukan penggantian pada bagian web yang hendak diubah. Penggunaan AJAX mulai popular ketika digunakan oleh Google pada tahun 2005.

AJAX bukanlah bahasa pemrograman baru, tetapi merupakan teknik baru penggunaan standar yang telah ada. Dengan AJAX kita dapat menjadi lebih baik, cepat dan menambah unsur user-friendly dan interaktif pada aplikasi web kita. AJAX berbasiskan pada JavaScript dan request HTTP.

AJAX berbasiskan standar terbuka seperti:

  • JavaScript
  • XML
  • HTML/XHTML
  • CSS

Dengan menggunakan JavaScript AJAX dapat mengirim dan menerima data antara web server dan web browser. Teknik yang dimiliki AJAX akan bergantian bertukar data dan mere-load ulang seluruh halaman.

Dengan demikian, untuk mempelajari AJAX, harus dipahami pula konsep standar di atas. AJAX di-support sebagian besar browser popular sehingga aplikasi AJAX adalah aplikasi cross-platform dan cross-browser.

Melalui AJAX, JavaScript dapat dikomunikasikan secara langsung dengan server menggunakan obyek JavaScript XMLHttpRequest. Obyek JavaScript ini dapat men-trade data sebuah web server tanpa harus me-reload (refresh) halaman web.

AJAX menggunakan asynchronouse data transfer (pada HTTP request) antara browser dan web server, yang memperbolehkan halaman web me-request bit yang kecil atau seluruh informasi dari server. Teknik AJAX membuat aplikasi internet menjadi kecil, cepat dan lebih user-friendly.

AJAX adalah aplikasi web yang lebih baik. Aplikasi web menambah keuntungan dibanding aplikasi desktop:

  • Dapat  menjangkau pengguna yang luas
  • Mudah diinstal
  • Mudah dikembangkan
  • Mudah dipelihara

Seperti yang kita ketahui, aplikasi internet tidak selalu susah dan user friendly seperti aplikasi dekstop. Dengan AJAX aplikasi internet semakin kecil, cepat dan mudah digunakan.

2      Model-Model Web

2.1    Model Tradisional

Yang dimaksud dengan model tradisional di sini adalah model yang sering digunakan tanpa AJAX. Pertama, browser membuat sebuah HTTP request dikirim ke server, misalnya /index.html.

Arsitektur model tradisional

Arsitektur model tradisional

Pada model ini, server mengirimkan response berisi seluruh halaman termasuk header, logo, navigasi, footer, dll. Ketika mengklik next maka akan menampilkan halaman baru lagi (artinya, header, logo, footer, navigasi dikirim ulang) dan seterusnya akan mengirimkan data halaman baru lagi setiap diminta request dari user.

Halaman seperti ini tidak masalah ketika data yang ditampilkan tidak memerlukan response yang cepat. Namun, akan menjadi masalah jika user menginginkan response yang cepat, misalnya ketika dipilih drop-down tertentu maka data yang ditampilkan berubah menurut nilai dari drop-down.

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , ,

Konsistensi dan Validasi Data Pada Halaman Web

July 15th, 2009 myandisun No comments

Oleh: Andi Sunyoto

Abstraksi

Apa yang terjadi jika pada halaman form Anda ada kesalahan pemasukan data atau pengiriman berulang oleh user ke server ? Jika itu adalah masalah Anda maka validasi form adalah jawabannya. Dengan adanya validasi data yang di kirim ke server kita cek dulu kebenarannya.

Kata Kunci: validasi, form, web, klient, server

Pendahuluan

Validasi merupakan proses pengecekan masukan yang dari sebuah form sebelum data tersebut diterima dan diolah untuk keperluan selanjutnya. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesalahan proses karena input tidak sesuai yang tipe data yang dinginkan, inkonsistensi data dan duplikasi data.

Sebelum kita membahas tentang Validasi lebih jauh kita akan membahas dua teknik dalam menulis skrip dalam pemrograman internet yaitu, Server-side dan Client Side

Yang membedakan antara kedua adalah tempat dimana skrip diproses. Pada side server, proses dilakukan di web server, sedangkan klien (web browser) hanya menerima hasil dalam bentuk HTML. Contoh skrip server side adalah CGI/Perl, Active Server Pages (ASP) dan Java Server Pages (JSP). Pada client side proses dilakukan di web browser. Client side biasanya banyak digunakan untuk hal-hal yang membutuhkan banyak interaktif user dan menggunakan jenis informasi yang pasti dan seragam. Contoh skrip Client Side adalah JavaScript, DHTML.

Walaupun seakan-akan keduanya kontradiksi, tapi mereka saling melengkapi. Di sini pihak programmer dituntut untuk bisa menentukan kapan mereka menggunakan server side, client side atau kapan menggabungnya. Server side biasanya digunakan untuk memproses segala sesuatu yang berhubungan dengan server, seperti environmental dari server, memanipulasi data dalam database.

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas validasi diaplikasi berbasis Web (Web Base Aplication). Skrip yang menjadi acuan adalah ASP( Active Server Pages) yang selanjutnya penulis sebut ASP. Hal yang penting untuk Web developer adalah mengedepankan dan memprediksi apa yang akan dilakukan oleh user dana apakah mereka merasa sulit dengan aplikasi kita. Jika Anda pernah membuat aplikasi dengan ASP yang menggunakan form, dan ada user mengirim response ada keganjilan terjadi: data terkirim dua kali, data tidak komplit atau user melaporakan form tidak tertampil secara baik. Pada tulisan ini kita akan membahas masalah-masalh tentang validasi.

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , , , ,