Archive

Posts Tagged ‘GIS’

Sekilas Tentang Sistem Informasi Geografis (SIG)

July 22nd, 2009 No comments

GIS (Geographic Information System) atau dalam bahasa Indonesia disebut SIG (Sistem Informasi Geografis) merupakan kesatuan formal yang berkenaan dengan sumber daya fisik dan logika yang berkenaan dengan obyek-obyek yang terdapat dipermukaan bumi. Pengertian GIS merupakan sejenis perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan keluaran informasi geografis berikut atribut-atributnya.

Representasikan model dunia nyata di dalam GIS ada dua. Pertama adalah jenis data spasial yang merepresentasikan aspek keruangan yang disebut data-data posisi, ruang, koordinat. Kedua adalah jenis data yang merepresentasikan aspek deskriptif terhadap fenomena yang dimodelkan yang disebut data non-spasial [Pra02]. Lebih lanjut kita akan membahas tentang model data spasial.

A. Model Data Spasial

Data yang mengendalikan SIG adalah data spasial. Setiap fungsionalitas yang membuat SIG dibedakan dari lingkungan analisis lainnya adalah karena berakar pada keaslian data spasial [Hur03].

Data spasial menjelaskan fenomena geografi terkait dengan lokasi relatif terhadap permukaan bumi (georeferensi), berformat digital dari penampakan peta, berbentuk koordinat titik-titik, dan simbol-simbol mendefinisikan elemen-elemen penggambaran (kartografi), dan dihubungkan dengan data atribut yang disimpan dalam tabel-tabel sebagai penjelasan dari data spasial tersebut (georelational data structure).

Model data spasial terbagi dalam dua kategori dasar, yaitu model data vektor dan model data raster. Berikut akan dijelaskan kedua model data spasial tersebut.

A.1 Model Data Vektor

Model data vektor merepresentasikan setiap fitur ke dalam baris dalam tabel dan bentuk fitur didefinisikan dengan titik x, y dalam space. Fitur-fitur dapat memiliki ciri-ciri yang berbeda lokasi atau titik, garis atau poligon. [Hur03].

Lokasi-lokasi seperti alamat customer direpresentasikan sebagai point yang memiliki pasangan koordinat geografis. Garis, seperti sungai atau jalan, direpresentasikan sebagai rangkaian dari pasangan koordinat. Poligon didefinisikan dengan batas dan direpresentasikan dengan poligon tertutup. Semua itu dapat didefinisikan secara legal, seperti paket dari tanah; administratif, seperti kabupaten. Saat menganalisa data vektor, sebagian besar dari analisa melibatkan atribut-atribut dari tabel data layer.

Tiga macam model data vektor yaitu :

1. Titik (point)

Titik adalah representasi grafis yang paling sederhana untuk suatu obyek [Hur03]. Representasi ini tidak memiliki dimensi tetapi dapat diidentifikasi di atas peta dan dapat ditampilkan pada layar monitor dengan menggunakan simbol-simbol.

Representasi Obyek Titik

Representasi Obyek Titik

2. Garis (line)

Garis adalah bentuk linier yang akan menghubungkan paling sedikit dua titik dan digunakan untuk mempresentasikan obyek-obyek dua dimensi [Hur03]. Obyek atau entitas yang dapat direpresentasikan dengan garis antara lain jalan, sungai, jaringan listrik, saluran air.

Representasi Obyek Garis

Representasi Obyek Garis

3. Poligon (polygon)

Poligon digunakan untuk merepresentasikan obyek-obyek dua dimensi, misalkan: Pulau, wilayah administrasi, batas persil tanah adalah entitas yang ada pada umumnya direpresentasikan sebagai poligon. Satu poligon paling sedikit dibatasi oleh tiga garis di antara tiga titik yang saling bertemu membentuk bidang. Poligon mempunyai sifat spasial luas, keliling terisolasi atau terkoneksi dengan yang lain, bertakuk (intended), dan overlapping.

A.2 Model Data Raster

Model data raster merepresentasikan fitur-fitur ke dalam bentuk matrik yang berkelanjutan. Setiap layer merepresentasikan satu atribut (meskipun atribut lain dapat diikutsertakan ke dalam sel matrik). Entiti spasial raster disimpan di dalam layer yang secara fungsionalitas direlasikan dengan unsur-unsur petanya. Contoh sumber entiti spasial raster adalah citra satelit (misalnya Ikonos).

Representasi Data Raster

Representasi Data Raster

B. Model Data Non-Spasial

Data non-spasial adalah data yang merepresentasikan aspek deskripsi dari fenomena yang dimodelkan yang mencakup items dan properti, sehingga informasi yang disampaikan akan semakin beragam. Contoh data non-spasial adalah: Nama Kabupaten, Jumlah penduduk, Jumlah penduduk laki-laki, Jumlah penduduk perempuan, Nama bupati, Alamat kantor pemerintahan, Alamat web site, Nama gunung.

C. Software

Software-software yang sering digunakan untuk bangun aplikasi SIG adalah:

  • ESRI: ArcView 3.x, ArcGIS,
  • MapInfo: MapInfo Professional
  • Cadcorp: Cadcorp SIS (desktop), GeognoSIS (web), mSIS (mobile)
  • dll

Selain dalam bentuk desktop, aplikasi GIS juga ada dalam bentuk web (WebMap Server):

  • Mapnik - C++/Python library for rendering – used by OpenStreetMap
  • GeoServer
  • MapGuide Open Source – Web-based mapping server.
  • MapServer – Web-based mapping server, developed by the University of Minnesota.

Informasi tentang software GIS dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_GIS_software

D. Pustaka

  • [Hur03] Hurvitz, P., 1998-2004, ”The GIS Spatial Data Model”, The University of Washington Spatial Technology.
  • [Pra02] Prahasta, E., 2002 “Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis”, Informatika, Bandung.
  • Sunyoto, Andi., 2007, ”Thesis: Integrasi Modul GPS Receiver dan GPRS untuk Penentuan Posisi dan Jalur Pergerakan Obyek Bergerak (Studi Kasus : Penentuan Posisi Taksi di Yogyakarta)”, S2 Jurusan Ilmu Komputer, UGM, 2007.

Abstraksi: Sistem Informasi Geografis sebagai Tool Penyampaian Informasi Aktual Daerah dan Rupa Bumi

July 2nd, 2009 No comments

Oleh: Andi Sunyoto

Abstraksi:
Untuk menyampaikan informasi yang suatu daerah rupa bumi dapat memanfaatkan sebuah tool yang memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memvisualisasikan data spasial berikut atribut-atributnya, dapat memodifikasi bentuk, warna dan ukuran simbol untuk merepresentasikan unsur-unsur permukaan bumi dapat dilakukan dengan mudah, tool tersebut kita kenal dengan sebutan Sistem Informasi Geografis (SIG).
SIG dapat menurunkan data secara otomatis tanpa keharusan untuk melaukan interpretasi secara manual (terutama interpretasi secara manual menggunakan mata manusia). SIG dapat dengan mudah menghasilkan peta-peta tematik yang merupakan turunan peta yang lain hanya dengan mamanipulasi atribut-atributnya.

Kata Kunci : GIS, SIG, Peta, Geografi

Email: Jika menginginkan lebih lengkap email ke: myandisun@gmail.com

Categories: Jurnal Tags: , , ,

Abstraksi: Desain dan Implementasi Aplikasi Berbeasis Web untuk Visualisasi Scala Lebar data Photogrammetic dan Cartographic

June 30th, 2009 No comments

Oleh: Andi Sunyoto

Abstraksi:

Gambaran artikel ini membahas ukuran, lebar, presesi, dan detail gambar peta yang menampilkan informasi interior bangunan dalam bentuk layer, mampu berinteraksi dengan user dengan apa yang ditampilkan di depan user. Scalabel Vector Graphics adalah bahasa XML utuk merepresentasikan vector dua dimensi dan secara khusus yang didesain untu keperluan integrasi dengn standar web yang lain. SVG nantinya akan diperlukan untuk untuk mengantikan kelemahan yang dimiliki bitmap ketika menampilkan data spasial. Dalam kontek spasial data, SVG memiliki banyak kemampuan standar untuk visualiasasi dan mempunyai potensi untuk berhubungan dengan bahasa XML lain seperti Geographic Markup Language – GML, Extensible Stylesheet Language Transformation – XSLT dan Cascading Style Sheet – CSS untuk membangun apliaksi berbasis web baik yang memakai software open source maupun software standar.

Kata Kunci: CSS, SVG, Vector, Graphic, XML, GIS, HTML

Email: Jika menginginkan lebih lengkap email ke: myandisun@gmail.com

Categories: Jurnal Tags: , , , , , ,