Archive

Archive for the ‘Jurnal’ Category

Overview AJAX (Asynchronus JavaScript and XML)

September 15th, 2009 myandisun 1 comment

by: Andi Sunyoto

Abstraksi

AJAX is not a new programming language, but a technique for creating better, faster, and more interactive web applications. With AJAX, your JavaScript can communicate directly with the server, using the JavaScript XMLHttpRequest object. With this object, your JavaScript can trade data with a web server, without reloading the page. AJAX uses asynchronous data transfer (HTTP requests) between the browser and the web server, allowing web pages to request small bits of information from the server instead of whole pages. The AJAX technique makes Internet applications smaller, faster and more user-friendly. Web applications have many benefits over desktop applications; they can reach a larger audience, they are easier to install and support, and easier to develop. However, Internet applications are not always as “rich” and user-friendly as traditional desktop applications. With AJAX, Internet applications can be made richer and more user-friendly.

Key Word: AJAX, Internet, JavaScript, XML, Asynchronus

1      Pengenalan AJAX

AJAX diperkenalkan oleh Jesse James Garret dari Adaptive Path pada tahun 2005. Ia mendeskripsikan bagaimana mengembangkan web yang berbeda dengan metode tradisional. Ia mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul “AJAX: A New Approach to Web Applications”. Pada artikelnya, Garret yakin bahwa aplikasi web dapat menutup jurang pemisah antara web dan aplikasi desktop.

Pengembangan web secara tradisional bekerja secara synchronously, antara aplikasi dan server, setiap kali melakukan link atau melakukan operasi “submit” pada form. Caranya, browser mengirim data ke server, server merespons dan seluruh halaman akan di refresh.

Aplikasi web yang bekerja dengan AJAX bekerja secara asynchronously, yang berarti mengirim dan menerima data dari user ke server tanpa perlu me-load kembali seluruh halaman, melainkan hanya melakukan penggantian pada bagian web yang hendak diubah. Penggunaan AJAX mulai popular ketika digunakan oleh Google pada tahun 2005.

AJAX bukanlah bahasa pemrograman baru, tetapi merupakan teknik baru penggunaan standar yang telah ada. Dengan AJAX kita dapat menjadi lebih baik, cepat dan menambah unsur user-friendly dan interaktif pada aplikasi web kita. AJAX berbasiskan pada JavaScript dan request HTTP.

AJAX berbasiskan standar terbuka seperti:

  • JavaScript
  • XML
  • HTML/XHTML
  • CSS

Dengan menggunakan JavaScript AJAX dapat mengirim dan menerima data antara web server dan web browser. Teknik yang dimiliki AJAX akan bergantian bertukar data dan mere-load ulang seluruh halaman.

Dengan demikian, untuk mempelajari AJAX, harus dipahami pula konsep standar di atas. AJAX di-support sebagian besar browser popular sehingga aplikasi AJAX adalah aplikasi cross-platform dan cross-browser.

Melalui AJAX, JavaScript dapat dikomunikasikan secara langsung dengan server menggunakan obyek JavaScript XMLHttpRequest. Obyek JavaScript ini dapat men-trade data sebuah web server tanpa harus me-reload (refresh) halaman web.

AJAX menggunakan asynchronouse data transfer (pada HTTP request) antara browser dan web server, yang memperbolehkan halaman web me-request bit yang kecil atau seluruh informasi dari server. Teknik AJAX membuat aplikasi internet menjadi kecil, cepat dan lebih user-friendly.

AJAX adalah aplikasi web yang lebih baik. Aplikasi web menambah keuntungan dibanding aplikasi desktop:

  • Dapat  menjangkau pengguna yang luas
  • Mudah diinstal
  • Mudah dikembangkan
  • Mudah dipelihara

Seperti yang kita ketahui, aplikasi internet tidak selalu susah dan user friendly seperti aplikasi dekstop. Dengan AJAX aplikasi internet semakin kecil, cepat dan mudah digunakan.

2      Model-Model Web

2.1    Model Tradisional

Yang dimaksud dengan model tradisional di sini adalah model yang sering digunakan tanpa AJAX. Pertama, browser membuat sebuah HTTP request dikirim ke server, misalnya /index.html.

Arsitektur model tradisional

Arsitektur model tradisional

Pada model ini, server mengirimkan response berisi seluruh halaman termasuk header, logo, navigasi, footer, dll. Ketika mengklik next maka akan menampilkan halaman baru lagi (artinya, header, logo, footer, navigasi dikirim ulang) dan seterusnya akan mengirimkan data halaman baru lagi setiap diminta request dari user.

Halaman seperti ini tidak masalah ketika data yang ditampilkan tidak memerlukan response yang cepat. Namun, akan menjadi masalah jika user menginginkan response yang cepat, misalnya ketika dipilih drop-down tertentu maka data yang ditampilkan berubah menurut nilai dari drop-down.

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , ,

Mobile Tracking Memanfaatkan Teknologi Global Positioning System (GPS) dan General Packet Radio Service (GPRS)

September 8th, 2009 myandisun 6 comments

by: Andi Sunyoto

ABSTRACT

An integration of a GPS receiver module and GPRS for monitoring and tracking of vehicle position has been designed and implemented. The GPS receiver module is a equipment able to generate position data, but it unable to send the data position to the control system. A GPRS technology in mobGPile device can transmit data over internet, so it can be used to transmit object position to control system in order to be monitored.

This research aims to build a system for monitoring and tracking the vehicle’s position. The system are divided into three parts: block I, block II and block III. Block I consist of two devices : A GPS receiver module and a cellular phone running a java application (J2ME). The application is used to stream, parse and processed NMEA data from the GPS receiver module before transmiting it to the control system (block II) over a GPRS connection. Block II consists of a web server and a database server for catching the data position sent from block I and store it in database server. Block III consists of visualization and monitoring application to visualize vehicle’s positions over the digital map. The last position of the vehicle data are taken from the database server.

The result of this research is an integration of two technologies that can be used to monitor and track of vehicles position. The success of the monitoring and tracking are dependent on : the NMEA data stream from the GPS receiver module, the accuracy of GPS receiver module and the digital map used by the system.

Key words : GPS, GPRS, NMEA, Tracking, J2ME

1.  PENGANTAR

Kasus yang membutuhkan mekanisme pemantauan posisi kendaraan semakin banyak, misalkan kasus dalam perusahaan taksi, distribusi barang, penyalahgunaan pemakaian mobil dinas dan sistem pengiriman BBM, barang pada perusahaan jasa.

Perusahaan maupun instansi biasanya menggunakan media komunikasi radio untuk mengetahui dengan menanyakan kepada pengemudi dimana posisinya. Jawaban yang diberikan pengemudi dijadikan dasar untuk mengetahui posisi kendaraan tersebut. Cara ini membuat data yang diberikan kadang tidak akurat, karena tergantung dari jawaban dari pengemudi.

Kemajuan teknologi penentuan lokasi seperti GPS (Global Positioning System) berkembang pesat dengan tingkat akurasi yang semakin teliti, bermacam variasi dan semakin murah. Posisi dapat diketahui jika membawa alat yang diberi nama GPS receiver yang berfungsi untuk menerima sinyal dari satelit GPS. GPS receiver berbentuk modul menghasilkan data NMEA yang berisi data posisi.

Perkembangan jaringan teknologi (wireless) khususnya handphone semakin pesat. Sebuah handphone tipe tertentu sudah dilengkapi fitur Java dan GPRS. Fitur Java memungkinkan menambahkan aplikasi yang dibangun dengan J2ME. Teknologi GPRS (General Packet Radio Service) dapat digunakan sebagai media pengiriman data secara nirkabel melalui koneksi internet.

Tracking kendaraan adalah mekanisme bagaimana memantau keberadaan kendaraan yang bergerak dan jalurnya di muka bumi. Pengertian bergerak dalam perpektif geografi adalah perpindahan posisi suatu obyek dari suatu koordinat ke koordinat lain. Tracking diperoleh dengan merekam data perpindahan tersebut. Penerapan sistem ini, pihak operator tidak perlu menanyakan ke pengemudi tentang posisinya.

Modul GPS receiver mempunyai karekteristik dapat menghasilkan informasi data posisi tetapi tidak dapat mengirimkan data tersebut dengan jarak jauh. GPRS sebagai teknologi komunikasi wireless dapat mengirimkan data melalui jaringan internet. Karakteristik yang dimiliki oleh GPS dan GPRS dapat diintegrasikan untuk membangun sistem monitoring posisi dan tracking kendaraan.

2.  CARA PENELITIAN

Penelitian ini secara garis bersar dibagi menjadi beberapa blok, yaitu blok I, blok II, dan blok III. Pembagian masing-masing blok dapat dilihat pada gambar berikut.

Pembagian komponen blok sistem

Pembagian komponen blok sistem

2.1 Komponen Blok I

Pada Blok I berisi seperangkat GPS dan handphone. Blok I bertugas mengirimkan data posisi yang dibaca dari GPS ke Blok II secara otomatis.

Proses komponen blok I

Proses komponen blok I

Modul GPS receiver dan handphone dikoneksikan menggunakan bluetooth, kemudian data posisi dari modul GPS receiver diambil handphone melalui aplikasi J2ME. Aplikasi ini pertama mengambil data NMEA tipe RMC. Data tersebut kemudian di parsing untuk dipisahkan antara data longitude, latitude dan kecepatan dikirimkan ke Web Server melalui jaringan GPRS. Gambar proses yang terjadi di Blok I dapat dilihat pada gambar di atas.

2.2 Komponen Blok II

Blok II berisi Web server dan Database server yang berfungsi menerima data dari Blok I. Proses yang terjadi pada Blok II dapat dilihat pada gambar berikut.

Proses komponen blok II

Proses komponen blok II

Web server dilengkapi dengan pemrograman internet server-side scripting ASP untuk menangkap data posisi (longitude dan latitude), kecepatan dan status yang dikirim dari Blok I.

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , ,

J2ME: Pengaksesan File Multimedia Pada Mobile Device dengan MMAPI

September 3rd, 2009 myandisun 2 comments

By: Andi Sunyoto

Abstraksi

Mobile Media API (MMAPI) is an optional package yang mendukung aplikasi multimedia di peralatan J2ME. Ini adalah standar Java yang ditetapkan oleh Java Community Process (JCP) dalam JSR 135. Standar ini didesain fleksibel jalan di beberapa protokol dan format; contoh pengimplementasiannya tidak harus dengan protokol HTTP atau Real-Time Transport Protokol (RTP) saja, atau media dengan format MP3. MIDI atau MPEG-4 saja.

Pengantar MMAPI

Artikel ini menyediakan suatu pengenalan dari arsitektur MMAPI dan API, yang dilengkapi suatu contoh kode yang menunjukkan bagaimana MMAPI dapat digunakan untuk membangun aplikasi-aplikasi multimedia Wireless Java.

MMAPI sudah dirancang untuk berjalan di setiap virtual machine berbasis J2ME, termasuk CDC dan CLDC.

Pengembang MMAPI dirancang dengan fitur sebagai berikut:

  • Mendukung untuk Tone Generation, Playback, and Recording of Time-Based Media: paket ini mendukung setiap isi audio dan video yang berbasis waktu (time-based).
  • Small Footprint: MMAPI bekerja pada batas-batas memori yang tegas dari alat-alat CLDC.
  • Protocol- and Content-Agnostic: API tidak dibiaskan ke tipe atau protokol yang spesifik.
  • Subsettable: pengembang dapat mendukung tipe tertentu.
  • Extensible: Fitur baru dapat ditambahkan dengan mudah tanpa menghilangkan kemampuan sistem yang sebelumnya. Lebih penting lagi, format-format tambahan dapat dengan mudah didukung, dikbuat framework dan ditempatkan untuk kontrol tambahan.
  • Options for Implementers: API menawarkan fitur untuk tujuan-tujuan yang tertentu. API didesain dan dirancang untuk mengizinkan developer meninggalkan beberapa fitur jika mereka tidak bisa didukung.

Multimedia Processing

Ada dua bagian untuk mengolah multimedia:

  • Protocol Handling: membaca data dari suatu sumber seperti sebuah file atau suatu streaming server ke dalam sistem media-processing.
  • Content Handling: menguraikan (parsing) atau decoding data dan merendernya menjadi sebuah keluaran seperti spiker audio atau layar video.

Agar dapat memfasilitasi operasi di atas, API menyediakan dua tipe obyek high-level:

  • DataSource mengencapsulasi penanganan protokol dengan penyembunyian detail bagaimana data itu dibaca dari sumbernya. Method obyek mempunyai berguna yang memungkinkan obyek Player menangani  isi.
  • Player membaca data dari DataSource, memprosesnya merendernya untuk ditampilkan di piranti. Obyek ini menyediakan metoda untuk mengendalikan media untuk playback, termasuk metoda untuk mengendalikan tipe tertentu mengakses fitur tipe media tertentu..

MMAPI menetapkan obyek ketiga, sebuah mekanisme yang dikenal sebagai Manager yang memungkinkan aplikasi membuat Players dari DataSources, dan dari InputStreams.

Arsitektur MMAPI

Arsitektur MMAPI

Read more…

Overview: High Speed Downlink Packet Access

August 20th, 2009 myandisun 1 comment

Abstraksi

HSDPA (high speed downlink Packet Access) adalah teknologi yang datang menyertai 3G. yang membedakan antara 3G dan HSDPA adalah kecepatan akses transfer datanya walaupun infrastruktur yang digunakan sama, sehingga untuk mengimplementasikan HSDPA tidak memerlukan biaya investasi yang tinggi. Kecepatan HSDPA yang dipasang mendukung 1.8 Mbit/s sampai 3.6 Mbit/s saat downlink. Untuk kedepannya direncanakan mencapai 7.2 Mbit/s. Keuntungan yang dapat diperoleh adalah user dapat untuk mengakses data yang besar.

1.  Pendahuluan

Solusi mobiltas adalah menggunakan teknologi wireless, yang memungkinkan pengguna untuk menjelajah dengan murah tanpa diributkan dengan kabel, walaupun masih memerlukan penanganan infrastruktur back-end. Dalam pembicaraan sehari-hari wireless adalah sebuah bungkus lama untuk radio transmiter (perpaduan antara peralatan receiver dan transmitter) seperti diterapkan pada jaman radio telegram. Sekarang teknologi tersebut berkembang pesat dengan memunculkan fitur baru.

Fenomena ketika GPRS keluar pertama kali, fitur ini menjadi pertimbangan utama saat membeli ponsel. Ketika teknologi 3G atau dieropa dikenal dengan nama UMTS (universal mobile telecomunication system) juga sama. Kemunculan 3G dibarengi dengan kemunculan HSDPA (high speed downlink packet access). HSDPA adalah keturunan dari 3G. HSDPA ini dikenal dan digolongkan ke dalam teknologi 3.5G, karena kecepatan transfer datanya lebih bagus dibanding 3G. 3G pada permulaannya maksimal sampai 384 kbit/s, sedangkan dengan HSDPA dapat dinaikkan menjadi 14 Mbit/s.

Salah satu alasan HSDPA muncul hampir berberengan dengan 3G, karena HSDPA berjalan difrekuensi yang sama yang digunakan 3G. Sehingga investasi yang ditanamkan tidak terlalu besar terutama untuk software dan hardware.

Perkembangan HSDPA tidak terlepas dari perkembangan teknologi GSM pada tiap generasinya. Tiap generasi memiliki kemampuan transfer data yang lebih cepat. Berikut evolusi perkembangan generasi ke generasi GSM sampai ke arah HSDPA.

2.  Generasi Perkembangan GSM

2.1. Generasi Pertama (1G)

Hampir semua teknologi dimulai untuk keperluan militer yang kemudian dipergunakan untuk umum. Sama halnya dengan perkembangan teknologi GSM. Waktu 1G pendek di dalam perkembangan teknologi telepon mobile. 1G berupa telepon analog yang diperkenalkan pada tahun 1980an dan dilanjutkn sampai digantikan dengan generasi kedua (2G) yang berbentuk digital. Beberapa generasi pertama mengikuti standar NMT (Nordisk MobilTelefoni atau Nordiska MobilTelefoni-gruppen), CDPD (Celluler Digital Packet Data, Mobitex and DataTAC).

2.2. Generasi Kedua (2G – 2.75G)

Perbedaan utama antara dua sistem telepon mobile yang sukses ini yaitu 1G dan 2G adalah sinyal radio yang digunakan. Jaringan 1G mengunakan analog sedangkan 2G adalah digital. Percakapan dalam 2G diencode menjadi sinyal digital, tapi dalam 1G hanya dimodulasi ke frekuensi yang lebih tinggi (150 MHz ke atas). Terdapat dua standar besar dan kuduanya komersial, yaitu: dari Eropa dan dari America. Sekitar 60% sekarang dikuasai oleh pasar dari standar Eropa. Yang termasuk dalam generasi ini adalah:

  1. GSM (Global System for Mobile Communications) adalah standar paling populer untuk telepon mobile di dunia. Layanan GSM digunakan lebih dari 2 milyar orang di 212 negara dan kawasan. Jumlah negara yang banyak mengadopsi standar GSM memungkinkan kerjasama antar operator sehingga dapat digunakan untuk komunikasi user antar negara walaupun dengan operator yang berbeda. GSM bebeda dengan pendahulunya dalam jalur pensinyalan dan percakapan semuanya dalam bentuk digital. Fakta ini juga berarti komunikasi data telah dibangun dalam sistem.
  2. GPRS (General Packet Radio Service) adalah layanan data mobile yang tersedia pada telepon GSM. GPRS sering disebut sebagai generasi “2.5G”, yaitu teknolgi antara generasi pertama dan generasi kedua dalam teknologi telepon mobile. Dibandingkan dengan pendahulunya GPRS memiliki transfer data yang cepat. GPRS memanfaatkan kanal TDMA yang tidak terpakai pada jaringan GSM. Dalam teori terbatas untuk paket data 171.2 kbit/s (menggunakan 8 slot dan CS-4 coding). Realisasinya bit rate nya adalah 30-80, karena memungkinkan menggunakan maksimal 4 slot untuk downlink.
  3. EDGE (EGPRS) (Enhanced Data rates for GSM Evolution) adalah teknologi telepon mobile yang memperbaiki jaringan 2G dan 2.5G khususnya dalam jalur komunikasi data. Teknologi ini bekerja pada jaringan GSM. EDGE dapat bekerja pada janringan GPRS ada.
  4. HSCSD (High-Speed Circuit-Switched Data), iDEN (Integrated Digital Enhanced Network, D-AMPS (Digital AMPS), IS-95, PDC (Personal Digital Cellular), CSD (Circuit Switched Data), PHS (Personal Handy-phone System), WiDEN (Wideband Integrated Dispatch Enhanced Network) and CDMA2000 (1xRTT/IS-2000)

2.3.  Generasi ketiga (3G – 3.75G)

Layanan luar biasa 3G memberikan kemampuan untuk mentransfer secara simultan baik data voice dan non-voice data (seperti saat download informasi, pertukaran email dan instant messaging). Standar 3G di dalamnya adalah:

  1. UMTS (3GSM) (Universal Mobile Telecommunications System) menggunakan W-CDMA di bawah standar 3GPP. UMTS mempunyai layanan data secara teori sampai 11 Mbit/s, meskipun dalam perkembangannya yang disebarkan ke user dalam jaringan performanya hanya mencapai 384 kbit/s untuk handset R99 dan 1-2 Mbit/s untuk handset HSDPA untuk koneksi downlink.
  2. 3.5G – HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) adalah protokol dalam telepon mobile berbasis jaringan UMTS 3G yang menyediakan transfer data yang lebih cepat. Sekarang HSDPA yang dipasang mendukung 1.8 Mbit/s sampai 3.6 Mbit/s saat downlink. Untuk kedepannya direncanakan mencapai 7.2 Mbit/s.
  3. W-CDMA (Wideband Code Division Multiple Access), FOMA (Freedom of Mobile Multimedia Access), 1xEV-DO/IS-856 (1x Evolution-Data Optimized), TD-SCDMA (Time Division-Synchronous Code Division Multiple Access), GAN/UMA (Generic Access Network), 3.75G – HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access).
Evolusi 3G ke 3G

Evolusi 3G ke 3G

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , , , , ,

Overview: Teknologi (Arsitektur dan Protokol) Bluetooth

August 19th, 2009 myandisun No comments

Abstraksi

Pada bulan Mei 1998, 5 perusahaan promotor yaitu Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) dan memulai untuk membuat spesifikasi yang mereka namai ‘bluetooth’. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang antara lain di bidang semiconductor manufacture, PC manufacture, mobile network carrier, perusahaan-perusahaan automobile dan air lines bergambung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Perusahaan-perusahaan terkemuka tersebut antara lain seperti Compaq, Xircom, Phillips, Texas instruments, Sony, BMW, Puma, NEC, Casio, Boeing, dsb.

A. Sejarah Bluetooth

Bluetooth adalah nama orang, yaitu Harold Bluetooth (dalam bahasa Inggris) atau Harald Blatand (bahasa Denmark), raja Viking Denmark di tahun 940-985, yang berhasil melanjutkan perjuangan ayahnya raja Gorm Dek Gammel, mempersatukan Denmark dengan Norwegia.

Nama bluetooth mengesankan akan gambaran gigi seseorang yang berwarna biru atau butut. Konotasi demikian tidaklah jauh keliru, karena menurut cerita mitologi, Raja Viking Denmark itu konon berambut dan berkulit gelap. Ia gemar makan blueberries atau arbei, maka layak bila gigi Blatand menjadi kebiru-biruan atau blue tooth.

Bila Harald Blatand memiliki prestasi dan supremasi mempersatukan Denmark dan Norwegia, (walau kedua negara itu kini tak menjadi satu negara), bluetooth abad ke-21 berperan sebagai pemersatu atau jembatan keterhubungan antaraneka produk berteknologi high end sehingga bisa saling berinteraksi dan beroperasi melalui kendali chipset bluetooth yang dipasang pada produk-produk terkait. Benang merah antara mitologi dan supremasi teknologi pun kini menjadi lebih berkait. Untuk peralatan mobile memliki banyak kenunggulan yaitu: ringan, komsumsi power endah dan mudah digunakan.

Logo Bluetooth

Logo Bluetooth

B.   Teknologi Bluetooth

Bluetooth terdiri dari microchip radio penerima/pemancar yang sangat kecil/pipih dan beroperasi pada pita frekuensi standar global 2,4 GHz. Teknologi ini menyesuaikan daya pancar radio sesuai dengan kebutuhan. Ketika radio pemancar mentransmisikan informasi pada jarak tertentu, radio penerima akan melakukan modifikasi sinyal-sinyal sesuai dengan jarak yang selaras sehingga terjadi fine tuning. Data yang ditransmisikan oleh chipset pemancar akan diacak, diproteksi melalui inskripsi serta otentifikasi dan diterima oleh chipset yang berada di peralatan yang dituju.

Alokasi Frekuensi Radio

Alokasi Frekuensi Radio

Teknologi Bluetooth dirancang dan dioptimalkan untuk perangkat yang bersifta mobile (Mobile device).  Komputer yang bersifat mobile seperti laptop, tablet PC, atau notebook, cellular, handset, network access point, printer, PDA, desktop, keyboard, joystick dan device yang jangkauannya seperti bluetooth yang bekerja pada jaringan bebas 2.4GHz Industrial-Scientific-Medical (ISM) jalur yang terintegrasi didalam sebuah chip.

Untuk peralatan mobile komsumsi tenaga listrik harus diperhatikan, Bluetooth memerlukan daya yang rendah yaitu kurang dari 0.1 W. Dan sejak bluetooth di desain untuk kedua keperluan yaitu komputasi dan aplikasi komunikasi. Bluetooth juga didesain untuk mensupport komunikasi secara bersama suara dan data dengan kemampuan transfer data sampai 721 Kbps. Bluetooth juga mensupport layanan synchronous dan ansynchronous dan mudah di integrasikan dengan jaringan TCP/IP.

Setiap teknologi yang menggunakan spektrum ini mempunyai batasan sesuai dengan aplikasinya. Komunikasi Bluetooth didesain untuk memberikan keuntungan yang optimal dari tersedianya spektrum ini dan mengurangi interferensi RF. Semuanya itu akan terjadi karena Bluetooth beroperasi menggunakan level energi yang rendah.

Read more…

Mengetahui Posisi dengan Mengintegrasikan GPS Receiver dan GSM

July 28th, 2009 myandisun 4 comments

Abstraksi

GPS receiver sebagai alat penentu posisi dikembangkan dalam bentuk modul. Dengan bentuk modul tersebut GPS receiver dapat di integrasikan dengan perangkat lain, seperti komputer, PDA, GSM (telepon selluler). Modul GPS receiver mengeluarkan standaar data yang disebut NMEA. Data NMEA dari GPS receiver untuk dapat langsung digunakan, karena harus diproses terlebih dahulu. Machine Java (J2ME) yang ditanam pada GSM  dapat digunakan sebagai tool bahasa pemrograman untuk membaca data yang dikirim dari GPS receiver. Sebelum ditampilkan data NMEA harus di parsing untuk dapat di tampilkan informasi posisi yang lebih informasif.

Keyword : GPS, J2ME, NMEA, GSM, Position

A.       PENDAHULUAN

GPS (Global Positioning System) adalah sistem navigasi berbasiskan satelit yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Untuk mengetahui posisi, minimalkan diperlukan 3 buah satelit yang masing-masing mengirimkan sinyal ke GPS Receiver. Sinyal tersebut diolah, kemudian posisi diubah menjadi titik yang dikenal dengan nama Way-point, yaitu berupa titik-titik koordinat lintang (latitude) dan bujur (Longitude).

Secara fisik GPS Receiver berupa integrated circuit (IC) dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, misalnya pada mobil, kapal, pesawat terbang, pertanian dan lain-lain. GPS receiver dapat diintegrasikan dengan komputer, laptop atau perangkat lain. GPS Receiver memiliki output standar yang berisi informasi yang berhubungan dengan data-data geografi. Standar format informasi tersebut diberi nama NMEA-0183.

GPS Receiver ada yang dilengkapi dengan display ada juga tanpa display. GPS yang memliki display informasi ditampilkan pada layar displaynya, sedangkan yang tidak memiliki tampilan atau yang lebih dikenal dengan modul GPS Receiver. GPS receiver yang berbentuk modul untuk mengirimkan sintak NMEA-0183 keperangkat lain mengggunakan media komunikasi data baik dengan media kabel atau wireless.

Perangkat modul GPS yang sekarang komunikasi dilengkapi dengan bluetooth. Perangakat yang sering digunakan untuk menampilkan data tersebut adalah Personal Komputer, Laptop, PDA dan telephone seluler.

A.1         NMEA (National Mrearine Electronics Association) 0183 Standard

Pada mulanya NMEA-0183 adalah standar industri sebagai antar-muka alat kelautan yang diperkenalkan sejak tahun 1983. NMEA-0183 adalah hasil konversi dari sinyal elektronik, protokol tranmisi data, waktu dan format perintah lain.

NMEA-0183 berisi informasi yang berhubungan dengan geografi seperti tentang koordinat, ketinggian, kecepatan dan masih banyak lagi. Untuk menampilkan informasi yang informatif maka data NMEA-0183 perlu diolah lebih lanjut.

A.2        J2ME

J2ME adalah bagian dari J2SE yang ditujukan untuk implementasi pada peralatan embendded system yang tidak dapat di tangani oleh J2SE. Embendded system adalah produk-produk dengan komputer kecil berada didalamnya, namun aplikasi yang dimanfaatkan dari peralatan tersebut sangatlah spesifik. Contoh aplikasi embendded system adalah aplikasi yang memanfaatka microprosessor seperti televisi, handphone, PDA, sistem keamanan gedung dan sebagainya.

Sama seperti java pada umumnya yang menggunakan JVM (Java Virtual Machine), dalam J2ME juga menggunakan virtual machine yang disebut K Virtual Machine (KVM). K Virtual Machine adalah virtual machine dengan kapasitas memori yang sangat kecil. Huruf K di ambil dari Kilobyte yang mengambarkan betapa kecil total memori yang digunakan mulai dari 128 kilobyte hingga maksimal rata-rata sekitar 512 kilobyte. Java 2 platform, Micro Edition (J2ME) merupakan kumpulan API (Aplication Programing Interface) yang memfokuskan diri pada konsumen embendded system. J2ME berisi kumpulan arsitektur, profile, dan paket opsional. Aritektur J2ME dapat dilihat pada Gambar 1.

Hierarki Platform Java 2

Hierarki Platform Java 2

A.3        Modul GPS Receiver

Untuk penelitian ini peneliti menggunakan modul Garmin GPS 10 dengan spesifikasi terlihat pada Tabel 1:

Garmin GPS 10x

Garmin GPS 10

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , ,

Menentukan Posisi dengan Global Positioning System (GPS)

July 21st, 2009 myandisun No comments

Abstraksi

GPS atau Global Positioning System, merupakan sebuah alat atau sistem yang dapat digunakan untuk menginformasikan penggunanya dimana dia berada (secara global) di permukaan bumi yang berbasiskan satelit. Data dikirim dari satelit berupa sinyal radio dengan data digital. Dimanapun anda berada, maka GPS bisa membantu menunjukan arah, selama anda melihat langit. Layanan GPS ini tersedia gratis, bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya apapun kecuali membeli GPS recierver-rya.

Awalnya GPS hanya digunakan hanya untuk kepentingan militer, tapi pada tahun 1980-an dapat digunakan untuk kepentingan sipil. GPS dapat digunakan dimanapun juga dalam 24 jam. Posisi unit GPS akan ditentukan berdasarkan titik-titik koordinat derajat lintang dan bujur.

A.      Apa itu GPS ?

GPS (Global Positioning System) adalah sistem navigasi yang berbasiskan satelit yang saling berhubungan yang berada di orbitnya. Satelit-satelit itu milik Departemen Pertahanan (Departemen of Defense) Amerika Serikat yang pertama kali diperkenalkan mulai tahun 1978 dan pada tahun 1994 sudah memakai 24 satelit.

Untuk dapat mengetahui posisi seseorang maka diperlukan alat yang diberinama GPS reciever yang berfungsi untuk menerima sinyal yang dikirim dari satelit GPS. Posisi di ubah menjadi titik yang dikenal dengan nama Way-point nantinya akan berupa titik-titik koordinat lintang dan bujur dari posisi seseorang atau suatu lokasi kemudian di layar pada peta elektronik.

Sejak tahun 1980, layanan GPS yang dulunya hanya untuk leperluan militer mulai terbuka untuk publik. Uniknya, walau satelit-satelit tersebut berharga ratusan juta dolar, namun setiap orang dapat menggunakannya dengan gratis.

Satelit-satelit ini mengorbit pada ketinggian sekitar 12.000 mil dari permukaan bumi. Posisi ini sangat ideal karena satelit dapat menjangkau area coverage yang lebih luas. Satelit-satelit ini akan selalu berada posisi yang bisa menjangkau semua area di atas permukaan bumi sehingga dapat meminimalkan terjadinya blank spot (area yang tidak ter-jangkau oleh satelit).

Setiap satelit mampu mengelilingi bumi hanya dalam waktu 12 jam. Sangat cepat, sehingga mereka selalu bisa menjangkau dimana pun posisi Anda di atas permukaan bumi.

GPS reciever sendiri berisi beberapa integrated circuit (IC) sehingga murah dan teknologinya mudah untuk di gunakan oleh semua orang. GPS dapat digunakan utnuk berbagai kepentingan, misalnya mobil, kapal, pesawat terbang, pertanian dan di integrasikan dengan komputer maupun laptop.

Berikut beberapa contoh perangkat GPS reciever:

Berbagai bentuk GPS Receiver

Berbagai bentuk GPS Receiver

Read more…

Categories: Jurnal Tags:

SQL Injection (Overview)

July 21st, 2009 myandisun No comments

Abstraksi

Ketika mesin server hanya port 80 yang dibuka, kita mempunyai keyakinan bahwa tidak akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat yang dapat digunakan untuk menyerang, admin juga beranggapan hanya degan mem-patch servernya dianggap aman. Jika anggapan itu terus dipakai berarti kita “menekan tombol” untuk membuka hacker masuk.

SQL Injection adalah salah satu tipe meng-hack yang hanya membutuhkan port 80 dan tidak memerlukan port lain. SQL injection akan menyerang aplikasi web yang berbasiskan side-server scripting seperti ASP, JSP, PHP, CGI, dan yang mirip dengan itu. Pada artikel ini kita tidak akan membahas hal yang paling baru tentang SQL Injection, karena motode dan trik SQL Injection terus berkembang.

Sebelum anda membaca lebih lanjut, anda harus mnegetahui terlebih dahulu bagaimana database bekerja dan bagaimana SQL digunakan untuk mengaksesnya.

1.1 Apakah SQL Injection ?

SQL Injection adalah sebuah teknik untuk mengeksporasi aplikasi web dengan memanfaatkan suplai data dari client dalam sintak SQL. Banyak halaman web memakai parameter dari web user untuk menggunakan query ke dalam database. Kita ambil sebagai contoh ketika user akan login, halaman user akan mengirim user dan login sebagai parameter untuk digunakan sebagai SQL dan mencek apakah user dan password cocok. Dengan SQL Injection ini sangat mungkin untuk kita mengirim user nama dan password dan dianggap benar.

Walaupun mudah untuk menandai dan melindungi model serangan ini, tapi cukup mengherankan banyak aplikasi web yang terserang dengan metode ini. Pada pembahasan selanjutnya dicontohkan ketika memakai web server IIS dan Microsoft SQL Server untuk databasenya, sedangkan skrip yang dipakai adalah ASP.

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , , , , , ,

Pengambilan Gambar dari Web Camera untuk Membangun Sistem Informasi

July 16th, 2009 myandisun 8 comments

Oleh: Andi Sunyoto

Abstraksi

Makalah ini membahas tentang pemanfaatan media Digital dalam hal ini Web Camera untuk membantu proses pengambilan gambar pada objek untuk kepentingan pembangunan sistem informasi yang berhubungan dengan penyajian foto personil. Pembahasan kita nanti akan secara teknis menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0.  Pada percobaan yang penulis sudah memutuskan menggunakan Web Camera dibanding menggunakan kamera konvensional atau kamera Digital. Walaupun demikian masih ada persoalan-persoalan teknis yang ada. Penulis akan membahas permasalahan teknis tersebut serta langkah-langkah pengambilan gambar (foto).

Kata Kunci: image, gambar, web, camera, visual basic

I.      Pendahuluan

Hampir semua alat sekarang berbentuk digital. Tidak ketinggalan camera, yang dulunya masing menggunakan negatif film untuk menyimpan gambar sekarang sudah tidak perlu lagi menggunakan negatif film. Kita tidak bisa melihat hasil sebelum kita mencetaknya, bahkan sebelum kita mengambil gambar kita bisa melihat secara visual hasil gambarnya.

Pengolahan data gambar yang berhubungan dengan data personil dulunya masing menggunakan media kertas. Hal tersebut sekarang sudah mulai ditinggalkan dan beralih ke era tanpa kertas (papper less). Dengan menggunakan model  papper less, berati kita menggunakan media digital untuk memproses data kita yang dalam hal ini kita menggunakan alat bantu komputer. Efisiensi akan kita dapat ketika dituntut untuk cepat, tepat dan akurat dengan menggunkan media Digital.

Foto yang dulunya di buat dengan kamera konvensional dan baru terllihat hasilnya ketika kita mencetaknya. Kemudian foto ditempel ke tempat dimana data yang sebelumnya di cetak. Hal ini akan memekan waktu yang lama. Nampaknya hal tersebut sudah mulai ditinggalkan dan beranjak menggunakan kamera digital dan web camera untuk merekamnya.

Walaupun demikian jika kita tetap akan menggunakan kamera konvensional untuk merekam gambar (foto) kita bisa merubah data gambar tersebut dari gambar yang tercetak di kertas ke bentuk digital dengan menggunakan piranti scanner.

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , , ,

Konsistensi dan Validasi Data Pada Halaman Web

July 15th, 2009 myandisun No comments

Oleh: Andi Sunyoto

Abstraksi

Apa yang terjadi jika pada halaman form Anda ada kesalahan pemasukan data atau pengiriman berulang oleh user ke server ? Jika itu adalah masalah Anda maka validasi form adalah jawabannya. Dengan adanya validasi data yang di kirim ke server kita cek dulu kebenarannya.

Kata Kunci: validasi, form, web, klient, server

Pendahuluan

Validasi merupakan proses pengecekan masukan yang dari sebuah form sebelum data tersebut diterima dan diolah untuk keperluan selanjutnya. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesalahan proses karena input tidak sesuai yang tipe data yang dinginkan, inkonsistensi data dan duplikasi data.

Sebelum kita membahas tentang Validasi lebih jauh kita akan membahas dua teknik dalam menulis skrip dalam pemrograman internet yaitu, Server-side dan Client Side

Yang membedakan antara kedua adalah tempat dimana skrip diproses. Pada side server, proses dilakukan di web server, sedangkan klien (web browser) hanya menerima hasil dalam bentuk HTML. Contoh skrip server side adalah CGI/Perl, Active Server Pages (ASP) dan Java Server Pages (JSP). Pada client side proses dilakukan di web browser. Client side biasanya banyak digunakan untuk hal-hal yang membutuhkan banyak interaktif user dan menggunakan jenis informasi yang pasti dan seragam. Contoh skrip Client Side adalah JavaScript, DHTML.

Walaupun seakan-akan keduanya kontradiksi, tapi mereka saling melengkapi. Di sini pihak programmer dituntut untuk bisa menentukan kapan mereka menggunakan server side, client side atau kapan menggabungnya. Server side biasanya digunakan untuk memproses segala sesuatu yang berhubungan dengan server, seperti environmental dari server, memanipulasi data dalam database.

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas validasi diaplikasi berbasis Web (Web Base Aplication). Skrip yang menjadi acuan adalah ASP( Active Server Pages) yang selanjutnya penulis sebut ASP. Hal yang penting untuk Web developer adalah mengedepankan dan memprediksi apa yang akan dilakukan oleh user dana apakah mereka merasa sulit dengan aplikasi kita. Jika Anda pernah membuat aplikasi dengan ASP yang menggunakan form, dan ada user mengirim response ada keganjilan terjadi: data terkirim dua kali, data tidak komplit atau user melaporakan form tidak tertampil secara baik. Pada tulisan ini kita akan membahas masalah-masalh tentang validasi.

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , , , ,