Archive

Archive for the ‘Artikel’ Category

Memanfaatkan Notepad++ untuk membuat Syntax highlight Code pada Microsoft Word 2007

October 14th, 2009 myandisun No comments

Syntax highlight adalah bagaimana menyajikan kode program dengan warna berbeda berdasarkan keyword, nama variabel, nama function, yang biasanya ditemukan pada kode editor bahasa pemrograman.

Secara default kode program yang akan dimasukkan ke word dari editor akan berwarna hitam. Hal itu berbeda dengan warna yang ada pada editornya. Warna hitam pada semua kode program akan menyulitkan untuk memahami kode program yang dituliskan pada word.

Software tambahan yang dibutuhkan akan text editor Notepad++. Notepad++ adalah editor kode program yang mensupport beberapa bahasa pemrograman. Notepad++ dapat didownload (klik disini) gratis. Berjalan pada lingkungan windows dan penggunaan di atur oleh GPL License. Bahasa pemrograman yang dapat dukung oleh Notepad++ adalah:

C C++ Java C# XML HTML
PHP CSS makefile ASCII art (.nfo) doxygen ini file
batch file Javascript ASP VB/VBS SQL Objective-C
RC resource file Pascal Perl Python Lua TeX
TCL Assembler Ruby Lisp Scheme Properties
Diff Smalltalk Postscript VHDL Ada Caml
AutoIt KiXtart Matlab Verilog Haskell InnoSetup
CMake YAML

Install Notepad++

Sebelum menginstall Notepad++, aplikasi harus didownload secara gratis (klik disini untuk download).

File master Notepad++

File master Notepad++

Setelah proses download selesai, maka install Notepad++ tersebut dengan mendobel klik file masternya.

Memulai Mengetikkan Kode Program

Ketikkan kode program yang dinginkan di Notepad++. Selain megetik, kode program yang juga dapat diperolah dengan mengkopi dari software atau editor lain.

Pada artikel ini penulis menggunakan kode PHP sebagai contoh.

Kode program sebelum dipilih bahasanya

Kode program sebelum dipilih bahasanya

Read more…

Categories: Artikel Tags: , , , ,

Menambah Barcode pada Ms. Word 2007

October 4th, 2009 myandisun 3 comments

Perkembangan teknologi khususnya teknologi dalam teknik memasukkan data, maka semua tugas dari mata kuliah saya harus dilengkapi dengan barcode. Tutorial menambahkan barcode dapat dibaca pada artikel ini. Tutorial ini menggunakan Microsoft Word 2007 sebagai contohnya.

Berikut salah satu komponen barcode yang dapat digunakan dan didapatkan dengan gratis. Komponen tersebut bernama “TechnoRiver Free Barcode Component”.

1. Download komponen barcode “TechnoRiver Free Barcode Component” URL berikut:

2. Setelah selesai didownload, install komponen tersebut dengan cara mendouble klik pada file tersebut untuk.

Software TechnoRiver Free Barcode Component

Software TechnoRiver Free Barcode Component

3. Setelah selesai, langkah selanjutnya adalah membuka Miscrosoft Word 2007, dan memasukkan ke Microsoft Word.
4. Tempatkan kursor di tempat yang ingin dimasukkan barcode.
5. Pilih menu Insert

Pilih Menu Insert

Pilih Menu Insert

6. Pilih Menu Object – Object

Pilih Object - Object

Pilih Object - Object

Jika menggunakan Microsoft Office 20003, pilih menu Insert – Object.

Read more…

Categories: Artikel Tags: , ,

Cara cepat setting IP Address

September 16th, 2009 myandisun 2 comments

Ketika menggunakan laptop kemungkinan kita berpindah tempat sangat besar. Misal di kantor suatu saat kita dari ruang kita pergi ke ruang lain. Hal ini akan timbul permasalahan ketika ingin terhubung dengan jaringan baik wireless atau kabel sering disibukkan mensetting IP Address, subnet mask, dafault gateway, dan DNS server. Hal ini memakan waktu, karena harus mengklik menu, ke sub menu, ke sub menu lagi dan seterusnya, kemudian mengetikkan konfigurasi IP Address.

Setting jaringan biasanya dimulai dari “Control Panel” pilih “Network Connections” atau dari “System Tray” klik kanan pada icon Network, pilih “Open Network Connections” . Window ini biasanya disebut Network Interface Card. Pada window ini, biasanya ada dua pilihan:

  • “Local Area Connection” untuk jaringan kabel
  • “Wireless Network Connection” untuk jaringan wireless

Pilih salah satu item tersebut, klik kanan pilih “Properties”, pilih “Internet Protokol (TCP/IP)” di situlah kita akan merubah setting IP. Langkah setting ini akan selalu Anda lakukan ketika pindah ke tempat lain dengan.

Window setting IP Address

Window setting IP Address

Ada cara lebih baik untuk menyelesaikan masalah itu yaitu menggunakan perintah “netsh” dari “Command Prompt”. Agar dapat masuk ke “Command Prompt” dengan cepat, klik “Start/Run” masukkan “cmd”. masukkan perintah “netsh /?” akan terlihat opsi dan parameter yang dapat digunakan.

window_run

Window Run

Setelah diklik tombol “OK”, maka muncul window “Command Prompt”.

Window Command Prompt

Window Command Prompt

Yang perlu diperhatikan adalah teks yang harus dimasukkan pada file name adalah seperti pada gambar.

Nama Network Connection

Nama Network Connection

Contoh gambar di atas mempunyai arti network yang akan di setting bernama “Wireless Network Connection”. Jika ingin menganti item yang disetting tinggal diganti sesuai dengan nama yang terdapat pada komputer Anda.

Pembahasan berikutnya adalah bagaimana mensetting IP melalui “Command Prompt”.

Setting Static

  • Setting “IP address” dan “Subnet mask”:

Ketikkan perintah berikut pada jendela “Command Prompt”

Netsh interface ip set address source=static addr=192.168.0.25 mask=255.255.255.0
  • Setting “Default gateway”:

Ketikkan perintah berikut pada jendela”Command Prompt”

Netsh interface ip set address gateway=192.168.0.1 gwmetric=0
  • Setting Preferred DNS server:

Ketikkan perintah berikut pada jendela “Command Prompt”

Netsh interface ip set dns source=static addr=202.91.9.2
  • Setting Alternate DNS server:

Ketikkan perintah berikut pada jendela “Command Prompt”

Netsh interface ip add dns addr=202.91.9.3

Setelah Anda setting menggunakan “Command Prompt” di atas hasilnya adalah seperti gambar berikut.

Hasil setting IP Address menggunakan skrip

Hasil setting IP Address menggunakan skrip

Untuk melihat setting IP dari “Command Prompt” menggunakan perintah:

  • Netsh int ip show config

Atau menggunakan perintah:

  • ipconfig /all

Read more…

Apa itu XML (eXtensible Markup Language) ? Part #2

July 23rd, 2009 myandisun 1 comment

3. Deklarasi optional XML

3.1   XML decklaration

Sebuah dokumen XMl biasanya dimulai dari XML declaration, meskipun itu adalah optional. XML declaration berada pada baris pertama dokumen XML. Contoh XML declaration.

<?xml version="1.0"?>

XML declaration berisi versi XML, dalam contoh di atas 1.0. versi terakhir pada waktu buku ini ditulis adalah 1.1.

3.2   Document Type Definitions

Document Type Definitions (DTDs) dan DOCTYPE declaration merupakan pasangan jika dideklarasikan di XML.

Sebuah DTD menyediakan informasi tentang elemen mana yang legal dalam sebuah dikumen XML dan memberi tahu elemen mana yang wajib dan elemen mana yang optional. Dengan kata lain DTD menyediakan validasi aturan dokumen XML. DTD dapa dilihat pada contoh berikut.

<?xml version="1.0"?>
<!DOCTYPE phoneBook SYSTEM "phoneBook.dtd">

4. XML Well formed

Penulisan dokumen XML harus memenuhi aturan atau dengan kata lain harus well formed.

Pada XHTML menyediakan aturan standaar untuk menuliskan tag. Lita harus menuliskan <ul> <li> </li> </ul> untuk membuat list. Sebuah dokumen XML dikatan well formed jika memenuhi kriteria:

  • Dokumen berisi satu atau lebih elemen
  • Dokumen berisi single root elemen, yang mana berisi beberapa elemen di dalamnya
  • Tiap elemen harus ditutup
  • Tag pembuka dan penutup harus sama (case sensitive)
  • Nilai attribut berada di dalam petik.

4. Dimana Menulis XML ?

Read more…

Categories: Artikel Tags: , , , ,

Apa itu XML (eXtensible Markup Language) ? Part #1

July 23rd, 2009 myandisun No comments

1. Introduction

XML saat ini sangat populer. Format penyimpanan data XML membuat platform ini independen dan bermacam aplikasi dapat memprosesnya dengan mudah. Tidak terkecuali Flash juga dapat bekerja dengan file XML.

XML kepanjangan dari “eXtensible Markup Language”. Dalam kaitan dengan bahasa pemrogramana kata ‘extensible” berarti pengembang dapat mengembangkan kemampuannya. Informasi dalam XML disimpan didalam tag. Markup berarti sebuah bahasa yang dibangun dengan menggunakan tag untuk mengelilinginya atau mark up text.

Di HTML tag didefinisikan dan diterjemahkan oleh browser. Tag akan mengatakan kepada brower untuk memformar object seperti; text, image dan form. Pada XML tidak ada strktur informasi yang disampaikan seperti halnya HTML, sehingga untuk menampilkan informasi diperlukan parser untuk menterjemahkan antara data dan tag.

Biasanya kita mengalami kesulitan ketika akan mentranfer data dari software satu ke software yang lain. Komunikasi antar data biasanya pertama mengekport tertentu, mengelola kembali data, kemudian mengimport ke dalam software baru. Sebagian besar software aplikasi tidak menshare format data agar dapat bertukar informasi. Alternatif yang dapat digunakan adalah XML.

2. The Structure of an XML Document

Sebelum membuat dokumen XML, kita terlebih dulu harus tahu bagian-bagian dokumen XML. Bagian menunjukkan koleksi dari isi yang berarti juga aturan membangun XML.

Dokumen XML berisi informasi dan markup yang dibagi beberpa bagian yang penting, yaitu:

  • Elements
  • Attributes
  • Text
  • Entities
  • Comments

2.1   Elemen

Masing-masing dokumen XML berisi satu atau lebih elemen. Element mengenalkan dan menandakan isi, dan mendominasi dokumen XML. Beberapa orang menyebut element nodes. Penulisan XML adalah case sensitive.

Berikut contoh sebuah element:

<tag>Some text</tag>

Elemen ini berisi dua tag dan beberapa text. Elemen dapat berisi elemen yang lain. Beberapa orang menyebut elemen dengan node.  Elemen juga dapat berisi “kosong” (tidak berisi text). Seperti HTML, XML dimulai dengan tag pembuka dan penutup. Nama tag disimpan diantaranya <tagname..

Sebuah element kosong dituliskan:

<tagname></tagname>

Atau

<tagname/>

Ketika element berisi elemen yang lain, element yang diisi disebut parent dan elemen didalmnya disebut child.

<tagname>
 <childTag>Text being marked up</childTag>
</tagname>

Elemtn pertama pada dokumen XML disebut root element atau document root atau root node. Root elemen berisi elemen yang lain. Struktur dokumen XML dapat dilihat pada ilustrasi berikut.

Struktur Node XML

Struktur Node XML

Read more…

Categories: Artikel Tags: , , , ,

Sekilas Tentang Sistem Informasi Geografis (SIG)

July 22nd, 2009 myandisun No comments

GIS (Geographic Information System) atau dalam bahasa Indonesia disebut SIG (Sistem Informasi Geografis) merupakan kesatuan formal yang berkenaan dengan sumber daya fisik dan logika yang berkenaan dengan obyek-obyek yang terdapat dipermukaan bumi. Pengertian GIS merupakan sejenis perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan keluaran informasi geografis berikut atribut-atributnya.

Representasikan model dunia nyata di dalam GIS ada dua. Pertama adalah jenis data spasial yang merepresentasikan aspek keruangan yang disebut data-data posisi, ruang, koordinat. Kedua adalah jenis data yang merepresentasikan aspek deskriptif terhadap fenomena yang dimodelkan yang disebut data non-spasial [Pra02]. Lebih lanjut kita akan membahas tentang model data spasial.

A. Model Data Spasial

Data yang mengendalikan SIG adalah data spasial. Setiap fungsionalitas yang membuat SIG dibedakan dari lingkungan analisis lainnya adalah karena berakar pada keaslian data spasial [Hur03].

Data spasial menjelaskan fenomena geografi terkait dengan lokasi relatif terhadap permukaan bumi (georeferensi), berformat digital dari penampakan peta, berbentuk koordinat titik-titik, dan simbol-simbol mendefinisikan elemen-elemen penggambaran (kartografi), dan dihubungkan dengan data atribut yang disimpan dalam tabel-tabel sebagai penjelasan dari data spasial tersebut (georelational data structure).

Model data spasial terbagi dalam dua kategori dasar, yaitu model data vektor dan model data raster. Berikut akan dijelaskan kedua model data spasial tersebut.

A.1 Model Data Vektor

Model data vektor merepresentasikan setiap fitur ke dalam baris dalam tabel dan bentuk fitur didefinisikan dengan titik x, y dalam space. Fitur-fitur dapat memiliki ciri-ciri yang berbeda lokasi atau titik, garis atau poligon. [Hur03].

Lokasi-lokasi seperti alamat customer direpresentasikan sebagai point yang memiliki pasangan koordinat geografis. Garis, seperti sungai atau jalan, direpresentasikan sebagai rangkaian dari pasangan koordinat. Poligon didefinisikan dengan batas dan direpresentasikan dengan poligon tertutup. Semua itu dapat didefinisikan secara legal, seperti paket dari tanah; administratif, seperti kabupaten. Saat menganalisa data vektor, sebagian besar dari analisa melibatkan atribut-atribut dari tabel data layer.

Tiga macam model data vektor yaitu :

1. Titik (point)

Titik adalah representasi grafis yang paling sederhana untuk suatu obyek [Hur03]. Representasi ini tidak memiliki dimensi tetapi dapat diidentifikasi di atas peta dan dapat ditampilkan pada layar monitor dengan menggunakan simbol-simbol.

Representasi Obyek Titik

Representasi Obyek Titik

2. Garis (line)

Garis adalah bentuk linier yang akan menghubungkan paling sedikit dua titik dan digunakan untuk mempresentasikan obyek-obyek dua dimensi [Hur03]. Obyek atau entitas yang dapat direpresentasikan dengan garis antara lain jalan, sungai, jaringan listrik, saluran air.

Representasi Obyek Garis

Representasi Obyek Garis

3. Poligon (polygon)

Poligon digunakan untuk merepresentasikan obyek-obyek dua dimensi, misalkan: Pulau, wilayah administrasi, batas persil tanah adalah entitas yang ada pada umumnya direpresentasikan sebagai poligon. Satu poligon paling sedikit dibatasi oleh tiga garis di antara tiga titik yang saling bertemu membentuk bidang. Poligon mempunyai sifat spasial luas, keliling terisolasi atau terkoneksi dengan yang lain, bertakuk (intended), dan overlapping.

A.2 Model Data Raster

Model data raster merepresentasikan fitur-fitur ke dalam bentuk matrik yang berkelanjutan. Setiap layer merepresentasikan satu atribut (meskipun atribut lain dapat diikutsertakan ke dalam sel matrik). Entiti spasial raster disimpan di dalam layer yang secara fungsionalitas direlasikan dengan unsur-unsur petanya. Contoh sumber entiti spasial raster adalah citra satelit (misalnya Ikonos).

Representasi Data Raster

Representasi Data Raster

B. Model Data Non-Spasial

Data non-spasial adalah data yang merepresentasikan aspek deskripsi dari fenomena yang dimodelkan yang mencakup items dan properti, sehingga informasi yang disampaikan akan semakin beragam. Contoh data non-spasial adalah: Nama Kabupaten, Jumlah penduduk, Jumlah penduduk laki-laki, Jumlah penduduk perempuan, Nama bupati, Alamat kantor pemerintahan, Alamat web site, Nama gunung.

C. Software

Software-software yang sering digunakan untuk bangun aplikasi SIG adalah:

  • ESRI: ArcView 3.x, ArcGIS,
  • MapInfo: MapInfo Professional
  • Cadcorp: Cadcorp SIS (desktop), GeognoSIS (web), mSIS (mobile)
  • dll

Selain dalam bentuk desktop, aplikasi GIS juga ada dalam bentuk web (WebMap Server):

  • Mapnik - C++/Python library for rendering – used by OpenStreetMap
  • GeoServer
  • MapGuide Open Source – Web-based mapping server.
  • MapServer – Web-based mapping server, developed by the University of Minnesota.

Informasi tentang software GIS dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_GIS_software

D. Pustaka

  • [Hur03] Hurvitz, P., 1998-2004, ”The GIS Spatial Data Model”, The University of Washington Spatial Technology.
  • [Pra02] Prahasta, E., 2002 “Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis”, Informatika, Bandung.
  • Sunyoto, Andi., 2007, ”Thesis: Integrasi Modul GPS Receiver dan GPRS untuk Penentuan Posisi dan Jalur Pergerakan Obyek Bergerak (Studi Kasus : Penentuan Posisi Taksi di Yogyakarta)”, S2 Jurusan Ilmu Komputer, UGM, 2007.

National Marine Electronics Association (NMEA)-0183 Tipe RMC

July 21st, 2009 myandisun No comments

NMEA (National Marine Electronics Association)-0183 dikembangkan secara spesifik untuk standar industri sebagai antar-muka bermacam-macam alat kelautan yang diperkenalkan sejak tahun 1983 [Pet06]. Standar tersebut diberikan untuk alat kelautan yang mengirimkan informasi ke komputer maupun alat lainnya. Contoh peralatan yang mengeluarkan data NMEA adalah GPS (Global Positioning System)

NMEA-0183 berisi informasi yang berhubungan dengan geografi seperti tentang waktu, longitude, latitude, ketinggian, kecepatan dan masih banyak lagi. Untuk menampilkan informasi yang lebih dimengerti oleh user data NMEA-0183 perlu diolah lebih lanjut.

Standar NMEA-0183 menggunakan format ASCII sederhana, masing-masing kalimat mendefinisikan isi masing-masing tipe pesan yang dapat dipilah-pilah. Lima karakter pertama berupa setelah tanda $ disebut field alamat. Dua karakter pertama pada address disebut Talker-ID. Setelah Talker-ID mengikuti dibelakangnya 3 karakter yang menjelaskan tipe kalimat. Sedangkan tiap data dipisahkan dengan koma, jika ada field kosong maka tidak terisi apapun diantara dua koma dan diakhiri oleh Carriage Return + Line Feed (CR+LF).

NMEA-0183 memiliki bermacam-macam tipe kalimat, salah satunya adalah RMC (RMC – Recommended Minimum Navigation Information). Contoh data NMEA tipe RMC adalah sebagai berikut:

$GPRMC,065102,A,0745.6301,S,11024.5308,E,000.0,066.2,030306,001.1,E*65<CR+LF>

Keterangan masing-masing bagian data NMEA-0183 tipe RMC dapat dilihat pada tabel 2.2.

Tabel Format data tipe RMC

Name Contoh Satuan Keterangan
Message ID $GPRMC RMC protokol header
UTC Position 065102 hhmmss.ss
Status A A=data valid or V=dta tidak valid
Latitude 0745.6301 ddmm.mmmm
N/S Indicator S N=north or S=south
Longitude 11024.5308 dddmm.mmmm
E/W Indicator E E=east or W=west
Speed Over Ground 000.0 knots
Course Over Ground 066.2 degrees
Date 030306 ddmmyy
Magnetic Variation E degrees E=east or W=west
Checksum *65
CR LF End of message termination

Pemisahan data-data tersebut dilakukan agar menghasilkan informasi geografis (seperti longitude, latitude, kecepatan) dari data NMEA-0183 tipe RMC tersebut

Categories: Artikel Tags: , , , ,

Sekilas Java 2 Micro Edition (J2ME)

July 21st, 2009 myandisun No comments

J2ME (Java to Micro Edition) adalah platform Java yang ditargetkan secara spesifik untuk aplikasi yang jalan pada peralatan-peralatan kecil seperti mobile phone, PDA, switch jaringan, sistem navigasi, komponen peralatan otomatis rumah tangga dan sebagainya. J2ME dapat menjadi solusi untuk peralatan yang tidak mendukung secara penuh implementasi mnggunakan J2SE (Java to Standart Edition).

Sama seperti Java pada umumnya yang menggunakan JVM (Java Virtual Machine), dalam J2ME juga menggunakan virtual mesin yang disebut K Virtual Machine (KVM). KVM adalah virtual machine dengan kapasitas memori yang sangat kecil. Huruf K diambil dari Kilobyte yang mengambarkan betapa kecil total memori yang digunakan mulai dari 128 kilobyte hingga maksimal rata-rata sekitar 512 kilobyte.

Aplikasi J2ME yang tertanam pada perangkat handphone dapat memanfaatkan teknologi yang sudah ada padanya. J2ME dapat memanfaatkan teknologi GPRS untuk membangun aplikasi berbasiskan Internet. Aplikasi pada user (pengguna handphone) juga dapat diperkaya dengan animasi-animasi grafis menarik dengan menawarkan interaksi user yang semakin meningkat.

Aplikasi yang dibangun menggunakan J2ME dengan profile MIDP (Mobile Information Device Profile) dikenal dengan nama MIDlet. MIDP sendiri khusus digunakan pada handset dengan CPU, memori, keyboard dan layar terbatas misalkan handphone, PDA dan sebagainya.

Read more…

Categories: Artikel Tags: , , , , , , , ,