Archive

Author Archive

Overview: High Speed Downlink Packet Access

August 20th, 2009 1 comment

Abstraksi

HSDPA (high speed downlink Packet Access) adalah teknologi yang datang menyertai 3G. yang membedakan antara 3G dan HSDPA adalah kecepatan akses transfer datanya walaupun infrastruktur yang digunakan sama, sehingga untuk mengimplementasikan HSDPA tidak memerlukan biaya investasi yang tinggi. Kecepatan HSDPA yang dipasang mendukung 1.8 Mbit/s sampai 3.6 Mbit/s saat downlink. Untuk kedepannya direncanakan mencapai 7.2 Mbit/s. Keuntungan yang dapat diperoleh adalah user dapat untuk mengakses data yang besar.

1.  Pendahuluan

Solusi mobiltas adalah menggunakan teknologi wireless, yang memungkinkan pengguna untuk menjelajah dengan murah tanpa diributkan dengan kabel, walaupun masih memerlukan penanganan infrastruktur back-end. Dalam pembicaraan sehari-hari wireless adalah sebuah bungkus lama untuk radio transmiter (perpaduan antara peralatan receiver dan transmitter) seperti diterapkan pada jaman radio telegram. Sekarang teknologi tersebut berkembang pesat dengan memunculkan fitur baru.

Fenomena ketika GPRS keluar pertama kali, fitur ini menjadi pertimbangan utama saat membeli ponsel. Ketika teknologi 3G atau dieropa dikenal dengan nama UMTS (universal mobile telecomunication system) juga sama. Kemunculan 3G dibarengi dengan kemunculan HSDPA (high speed downlink packet access). HSDPA adalah keturunan dari 3G. HSDPA ini dikenal dan digolongkan ke dalam teknologi 3.5G, karena kecepatan transfer datanya lebih bagus dibanding 3G. 3G pada permulaannya maksimal sampai 384 kbit/s, sedangkan dengan HSDPA dapat dinaikkan menjadi 14 Mbit/s.

Salah satu alasan HSDPA muncul hampir berberengan dengan 3G, karena HSDPA berjalan difrekuensi yang sama yang digunakan 3G. Sehingga investasi yang ditanamkan tidak terlalu besar terutama untuk software dan hardware.

Perkembangan HSDPA tidak terlepas dari perkembangan teknologi GSM pada tiap generasinya. Tiap generasi memiliki kemampuan transfer data yang lebih cepat. Berikut evolusi perkembangan generasi ke generasi GSM sampai ke arah HSDPA.

2.  Generasi Perkembangan GSM

2.1. Generasi Pertama (1G)

Hampir semua teknologi dimulai untuk keperluan militer yang kemudian dipergunakan untuk umum. Sama halnya dengan perkembangan teknologi GSM. Waktu 1G pendek di dalam perkembangan teknologi telepon mobile. 1G berupa telepon analog yang diperkenalkan pada tahun 1980an dan dilanjutkn sampai digantikan dengan generasi kedua (2G) yang berbentuk digital. Beberapa generasi pertama mengikuti standar NMT (Nordisk MobilTelefoni atau Nordiska MobilTelefoni-gruppen), CDPD (Celluler Digital Packet Data, Mobitex and DataTAC).

Categories: Jurnal Tags: , , , , , , ,

Overview: Teknologi (Arsitektur dan Protokol) Bluetooth

August 19th, 2009 No comments

Abstraksi

Pada bulan Mei 1998, 5 perusahaan promotor yaitu Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) dan memulai untuk membuat spesifikasi yang mereka namai ‘bluetooth’. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang antara lain di bidang semiconductor manufacture, PC manufacture, mobile network carrier, perusahaan-perusahaan automobile dan air lines bergambung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Perusahaan-perusahaan terkemuka tersebut antara lain seperti Compaq, Xircom, Phillips, Texas instruments, Sony, BMW, Puma, NEC, Casio, Boeing, dsb.

A. Sejarah Bluetooth

Bluetooth adalah nama orang, yaitu Harold Bluetooth (dalam bahasa Inggris) atau Harald Blatand (bahasa Denmark), raja Viking Denmark di tahun 940-985, yang berhasil melanjutkan perjuangan ayahnya raja Gorm Dek Gammel, mempersatukan Denmark dengan Norwegia.

Nama bluetooth mengesankan akan gambaran gigi seseorang yang berwarna biru atau butut. Konotasi demikian tidaklah jauh keliru, karena menurut cerita mitologi, Raja Viking Denmark itu konon berambut dan berkulit gelap. Ia gemar makan blueberries atau arbei, maka layak bila gigi Blatand menjadi kebiru-biruan atau blue tooth.

Bila Harald Blatand memiliki prestasi dan supremasi mempersatukan Denmark dan Norwegia, (walau kedua negara itu kini tak menjadi satu negara), bluetooth abad ke-21 berperan sebagai pemersatu atau jembatan keterhubungan antaraneka produk berteknologi high end sehingga bisa saling berinteraksi dan beroperasi melalui kendali chipset bluetooth yang dipasang pada produk-produk terkait. Benang merah antara mitologi dan supremasi teknologi pun kini menjadi lebih berkait. Untuk peralatan mobile memliki banyak kenunggulan yaitu: ringan, komsumsi power endah dan mudah digunakan.

Logo Bluetooth

Logo Bluetooth

B.   Teknologi Bluetooth

Bluetooth terdiri dari microchip radio penerima/pemancar yang sangat kecil/pipih dan beroperasi pada pita frekuensi standar global 2,4 GHz. Teknologi ini menyesuaikan daya pancar radio sesuai dengan kebutuhan. Ketika radio pemancar mentransmisikan informasi pada jarak tertentu, radio penerima akan melakukan modifikasi sinyal-sinyal sesuai dengan jarak yang selaras sehingga terjadi fine tuning. Data yang ditransmisikan oleh chipset pemancar akan diacak, diproteksi melalui inskripsi serta otentifikasi dan diterima oleh chipset yang berada di peralatan yang dituju.

Alokasi Frekuensi Radio

Alokasi Frekuensi Radio

Teknologi Bluetooth dirancang dan dioptimalkan untuk perangkat yang bersifta mobile (Mobile device).  Komputer yang bersifat mobile seperti laptop, tablet PC, atau notebook, cellular, handset, network access point, printer, PDA, desktop, keyboard, joystick dan device yang jangkauannya seperti bluetooth yang bekerja pada jaringan bebas 2.4GHz Industrial-Scientific-Medical (ISM) jalur yang terintegrasi didalam sebuah chip.

Untuk peralatan mobile komsumsi tenaga listrik harus diperhatikan, Bluetooth memerlukan daya yang rendah yaitu kurang dari 0.1 W. Dan sejak bluetooth di desain untuk kedua keperluan yaitu komputasi dan aplikasi komunikasi. Bluetooth juga didesain untuk mensupport komunikasi secara bersama suara dan data dengan kemampuan transfer data sampai 721 Kbps. Bluetooth juga mensupport layanan synchronous dan ansynchronous dan mudah di integrasikan dengan jaringan TCP/IP.

Setiap teknologi yang menggunakan spektrum ini mempunyai batasan sesuai dengan aplikasinya. Komunikasi Bluetooth didesain untuk memberikan keuntungan yang optimal dari tersedianya spektrum ini dan mengurangi interferensi RF. Semuanya itu akan terjadi karena Bluetooth beroperasi menggunakan level energi yang rendah.

Read more…

AJAX – Membangun Web dengan Teknologi Asynchronous JavaScript dan XML

August 3rd, 2009 5 comments

Judul: “AJAX – Membangun Web dengan Teknologi Asynchronous JavaScript dan XML”

ajax-mbangun-web_m

ISBN 978-979-29-0222-8
By Andy Sunyoto, M.Kom
16x23cm, 222pages
2nd Published, 2008
Penerbit: AndiPublisher

Read more…

Categories: Buku Tags: , , , , , ,

Pemrograman Database dengan Visual Basic dan Microsoft SQL

August 3rd, 2009 No comments

Judul: “Pemrograman Database dengan Visual Basic dan Microsoft SQL”

pemrgormg-db-dg-vb-n-mssql_m

ISBN 978-979-29-0059-0
By Andi Sunyoto
14×23 cm, 254 pages
4th Published, 2007
Penerbit: AndiPublisher

Read more…

Categories: Buku Tags: , , , , ,

J2ME: Memanfaatkan Class TextBox

July 29th, 2009 4 comments

Class TextBox merupakan turunan dari class Screen yang merepresentasikan sebuah kotak untuk mengisi teks.

Konstruktor class TextBox adalah sebagai berikut:

TextBox(String title, String text, int maxSize, int constraints);

Agar lebih jelas untuk memahami tentang class TextBox berikut contoh programnya:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
import javax.microedition.midlet.*;
import javax.microedition.lcdui.*;
 
public class MIDTextBox extends MIDlet implements CommandListener {
 
    private Display display;
    private TextBox txt;
    private Form form;
    private Alert alert;
    private Command cmdExit;
    private Command cmdSetText;
    private Command cmdInsertText;
    private Command cmdClearText;
    private Command cmdInfoText;
    private Command cmdBack;
 
    public MIDTextBox() {
        display = Display.getDisplay(this);
        txt = new TextBox("Contoh Midlet TextBox", null, 256, TextField.ANY);
        cmdExit = new Command("Exit", Command.EXIT, 1);
        cmdSetText = new Command("Set Text", Command.SCREEN, 2);
        cmdInsertText = new Command("Insert", Command.SCREEN, 2);
        cmdInfoText = new Command("Info Text", Command.SCREEN, 2);
        cmdBack = new Command("Back", Command.BACK, 2);
 
        txt.addCommand(cmdExit);
        txt.addCommand(cmdSetText);
        txt.addCommand(cmdInsertText);
        txt.addCommand(cmdInfoText);
        txt.setCommandListener(this);
    }
 
    public void startApp() {
        display.setCurrent(txt);
    }
 
    public void pauseApp() {
    }
 
    public void destroyApp(boolean unconditional) {
    }
 
    public void commandAction(Command c, Displayable d) {
        if (c == cmdExit) {
            destroyApp(true);
            notifyDestroyed();
        } else if (c == cmdSetText) {
            txt.setString("Contoh Mengeset Text dalam TextBox");
        } else if (c == cmdInsertText) {
            txt.insert("Text Sisipan", 0);
        } else if (c == cmdClearText) {
            if (txt.size() > 0) {
                txt.delete(0, txt.size());
            }
        } else if (c == cmdInfoText) {
            form = new Form("Informasi Text");
            form.append("Teks Aktif: " + txt.getString() + "\n");
            form.append("Jumlah Karakter: " + txt.size() + "\n");
            form.append("Posisi cursor: " + txt.getCaretPosition());
 
            form.addCommand(cmdBack);
            form.setCommandListener(this);
            display.setCurrent(form);
        } else if (c == cmdBack) {
            display.setCurrent(txt);
        }
    }
}

Hasil program di atas adalah sebagai berikut:

Read more…

Mengetahui Posisi dengan Mengintegrasikan GPS Receiver dan GSM

July 28th, 2009 No comments

Abstraksi

GPS receiver sebagai alat penentu posisi dikembangkan dalam bentuk modul. Dengan bentuk modul tersebut GPS receiver dapat di integrasikan dengan perangkat lain, seperti komputer, PDA, GSM (telepon selluler). Modul GPS receiver mengeluarkan standaar data yang disebut NMEA. Data NMEA dari GPS receiver untuk dapat langsung digunakan, karena harus diproses terlebih dahulu. Machine Java (J2ME) yang ditanam pada GSM  dapat digunakan sebagai tool bahasa pemrograman untuk membaca data yang dikirim dari GPS receiver. Sebelum ditampilkan data NMEA harus di parsing untuk dapat di tampilkan informasi posisi yang lebih informasif.

Keyword : GPS, J2ME, NMEA, GSM, Position

A.       PENDAHULUAN

GPS (Global Positioning System) adalah sistem navigasi berbasiskan satelit yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Untuk mengetahui posisi, minimalkan diperlukan 3 buah satelit yang masing-masing mengirimkan sinyal ke GPS Receiver. Sinyal tersebut diolah, kemudian posisi diubah menjadi titik yang dikenal dengan nama Way-point, yaitu berupa titik-titik koordinat lintang (latitude) dan bujur (Longitude).

Secara fisik GPS Receiver berupa integrated circuit (IC) dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, misalnya pada mobil, kapal, pesawat terbang, pertanian dan lain-lain. GPS receiver dapat diintegrasikan dengan komputer, laptop atau perangkat lain. GPS Receiver memiliki output standar yang berisi informasi yang berhubungan dengan data-data geografi. Standar format informasi tersebut diberi nama NMEA-0183.

GPS Receiver ada yang dilengkapi dengan display ada juga tanpa display. GPS yang memliki display informasi ditampilkan pada layar displaynya, sedangkan yang tidak memiliki tampilan atau yang lebih dikenal dengan modul GPS Receiver. GPS receiver yang berbentuk modul untuk mengirimkan sintak NMEA-0183 keperangkat lain mengggunakan media komunikasi data baik dengan media kabel atau wireless.

Perangkat modul GPS yang sekarang komunikasi dilengkapi dengan bluetooth. Perangakat yang sering digunakan untuk menampilkan data tersebut adalah Personal Komputer, Laptop, PDA dan telephone seluler.

A.1         NMEA (National Mrearine Electronics Association) 0183 Standard

Pada mulanya NMEA-0183 adalah standar industri sebagai antar-muka alat kelautan yang diperkenalkan sejak tahun 1983. NMEA-0183 adalah hasil konversi dari sinyal elektronik, protokol tranmisi data, waktu dan format perintah lain.

NMEA-0183 berisi informasi yang berhubungan dengan geografi seperti tentang koordinat, ketinggian, kecepatan dan masih banyak lagi. Untuk menampilkan informasi yang informatif maka data NMEA-0183 perlu diolah lebih lanjut.

A.2        J2ME

J2ME adalah bagian dari J2SE yang ditujukan untuk implementasi pada peralatan embendded system yang tidak dapat di tangani oleh J2SE. Embendded system adalah produk-produk dengan komputer kecil berada didalamnya, namun aplikasi yang dimanfaatkan dari peralatan tersebut sangatlah spesifik. Contoh aplikasi embendded system adalah aplikasi yang memanfaatka microprosessor seperti televisi, handphone, PDA, sistem keamanan gedung dan sebagainya.

Sama seperti java pada umumnya yang menggunakan JVM (Java Virtual Machine), dalam J2ME juga menggunakan virtual machine yang disebut K Virtual Machine (KVM). K Virtual Machine adalah virtual machine dengan kapasitas memori yang sangat kecil. Huruf K di ambil dari Kilobyte yang mengambarkan betapa kecil total memori yang digunakan mulai dari 128 kilobyte hingga maksimal rata-rata sekitar 512 kilobyte. Java 2 platform, Micro Edition (J2ME) merupakan kumpulan API (Aplication Programing Interface) yang memfokuskan diri pada konsumen embendded system. J2ME berisi kumpulan arsitektur, profile, dan paket opsional. Aritektur J2ME dapat dilihat pada Gambar 1.

Hierarki Platform Java 2

Hierarki Platform Java 2

A.3        Modul GPS Receiver

Untuk penelitian ini peneliti menggunakan modul Garmin GPS 10 dengan spesifikasi terlihat pada Tabel 1:

Garmin GPS 10x

Garmin GPS 10

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , ,

Pengumuman

July 27th, 2009 5 comments

Materi Kuliah di pindah ke web site STMIK AMIKOM Yogyakarta (http://www.amikom.ac.id)

Categories: Pengumuman Tags:

Apa itu XML (eXtensible Markup Language) ? Part #2

July 23rd, 2009 1 comment

3. Deklarasi optional XML

3.1   XML decklaration

Sebuah dokumen XMl biasanya dimulai dari XML declaration, meskipun itu adalah optional. XML declaration berada pada baris pertama dokumen XML. Contoh XML declaration.

<?xml version="1.0"?>

XML declaration berisi versi XML, dalam contoh di atas 1.0. versi terakhir pada waktu buku ini ditulis adalah 1.1.

3.2   Document Type Definitions

Document Type Definitions (DTDs) dan DOCTYPE declaration merupakan pasangan jika dideklarasikan di XML.

Sebuah DTD menyediakan informasi tentang elemen mana yang legal dalam sebuah dikumen XML dan memberi tahu elemen mana yang wajib dan elemen mana yang optional. Dengan kata lain DTD menyediakan validasi aturan dokumen XML. DTD dapa dilihat pada contoh berikut.

<?xml version="1.0"?>
<!DOCTYPE phoneBook SYSTEM "phoneBook.dtd">

4. XML Well formed

Penulisan dokumen XML harus memenuhi aturan atau dengan kata lain harus well formed.

Pada XHTML menyediakan aturan standaar untuk menuliskan tag. Lita harus menuliskan <ul> <li> </li> </ul> untuk membuat list. Sebuah dokumen XML dikatan well formed jika memenuhi kriteria:

  • Dokumen berisi satu atau lebih elemen
  • Dokumen berisi single root elemen, yang mana berisi beberapa elemen di dalamnya
  • Tiap elemen harus ditutup
  • Tag pembuka dan penutup harus sama (case sensitive)
  • Nilai attribut berada di dalam petik.

4. Dimana Menulis XML ?

Read more…

Categories: Artikel Tags: , , , ,

Apa itu XML (eXtensible Markup Language) ? Part #1

July 23rd, 2009 No comments

1. Introduction

XML saat ini sangat populer. Format penyimpanan data XML membuat platform ini independen dan bermacam aplikasi dapat memprosesnya dengan mudah. Tidak terkecuali Flash juga dapat bekerja dengan file XML.

XML kepanjangan dari “eXtensible Markup Language”. Dalam kaitan dengan bahasa pemrogramana kata ‘extensible” berarti pengembang dapat mengembangkan kemampuannya. Informasi dalam XML disimpan didalam tag. Markup berarti sebuah bahasa yang dibangun dengan menggunakan tag untuk mengelilinginya atau mark up text.

Di HTML tag didefinisikan dan diterjemahkan oleh browser. Tag akan mengatakan kepada brower untuk memformar object seperti; text, image dan form. Pada XML tidak ada strktur informasi yang disampaikan seperti halnya HTML, sehingga untuk menampilkan informasi diperlukan parser untuk menterjemahkan antara data dan tag.

Biasanya kita mengalami kesulitan ketika akan mentranfer data dari software satu ke software yang lain. Komunikasi antar data biasanya pertama mengekport tertentu, mengelola kembali data, kemudian mengimport ke dalam software baru. Sebagian besar software aplikasi tidak menshare format data agar dapat bertukar informasi. Alternatif yang dapat digunakan adalah XML.

2. The Structure of an XML Document

Sebelum membuat dokumen XML, kita terlebih dulu harus tahu bagian-bagian dokumen XML. Bagian menunjukkan koleksi dari isi yang berarti juga aturan membangun XML.

Dokumen XML berisi informasi dan markup yang dibagi beberpa bagian yang penting, yaitu:

  • Elements
  • Attributes
  • Text
  • Entities
  • Comments

2.1   Elemen

Masing-masing dokumen XML berisi satu atau lebih elemen. Element mengenalkan dan menandakan isi, dan mendominasi dokumen XML. Beberapa orang menyebut element nodes. Penulisan XML adalah case sensitive.

Berikut contoh sebuah element:

<tag>Some text</tag>

Elemen ini berisi dua tag dan beberapa text. Elemen dapat berisi elemen yang lain. Beberapa orang menyebut elemen dengan node.  Elemen juga dapat berisi “kosong” (tidak berisi text). Seperti HTML, XML dimulai dengan tag pembuka dan penutup. Nama tag disimpan diantaranya <tagname..

Sebuah element kosong dituliskan:

<tagname></tagname>

Atau

<tagname/>

Ketika element berisi elemen yang lain, element yang diisi disebut parent dan elemen didalmnya disebut child.

<tagname>
 <childTag>Text being marked up</childTag>
</tagname>

Elemtn pertama pada dokumen XML disebut root element atau document root atau root node. Root elemen berisi elemen yang lain. Struktur dokumen XML dapat dilihat pada ilustrasi berikut.

Struktur Node XML

Struktur Node XML

Read more…

Categories: Artikel Tags: , , , ,

Memanfaatkan Class List

July 23rd, 2009 No comments

Class List merupakan turunan dari class Screen. Class ini berfungsi untuk menampilkan daftar item pilihan yang dapat diakses denagn cara menscroll. Untuk memilih item yang diinginkan dengan menekan tombol select atau menggunakan Command.

Bentuk constructor List adalah sebagai berikut:

  • List(String title, int listType)
  • List(String title, int listType, String[] choices, Image[] images)

Daftar method clas List yang digunakan untuk memanipulasi item adalah:

Nama Method

Kegunaan

append() Menambah item dan menempatkannya pada posisi terakhir.
insert() Menambah item dan menempatkannya di posisi sebelum item yang aktif(item yang sedang dipilih)
delete() Menghapus item yang sedang dipilih.
deleteAll() Menghapus semua item yan gterdapat pada objek List.

Parameter choices digunakan untuk melewatkan item-item yang diisikan, sedangkan images digunakan untuk menyimpan daftar gambar (icon) yang akan ditampilkan.

Dalam class List ada tiga macam tipe:

Tipe Keterangan
EXCLUSIVE List ini berbentuk radio button. User hanya dapat memilih satu pilihan.
MULTIPLE List berupa list yang didalamnya dilengkapi dengan ChecBox. User dapat memilih lebih dari satu pilihan.
IMPLICITE List standar yang biasa digunakan untuk menampilkan item pilihan.

Untuk mengetahui gambar-gambar mana yang dipilih, class List mendefinisikan method-method sebagai berikut:

public int getSelectedIndex()
public void getSelectedFlags(boolean[] selected)
public boolean isSelected(int elemenNum)

Sebelum memulai menuliskan program kita siapkan dulu icon yang akan dimunculkan pada List. Format gambar yang digunakan untuk icon adalah PNG. Berikut icon yang yang akan digunakan:

Nama File Images
register.png register
tools.png tools
wizard.png wizard
contact.png contact
help.png help

Read more…