J2ME: Menampilkan Gambar dengan Class Canvas

January 15th, 2010 myandisun No comments

Salah satu kelebihan class Canvas adalah dapat menampilkan gambar. Pada modul ini kita akan membahas kode program untuk menampilkan file gambar di layar handphone.

Pertama anda siapkan file gambar yang akan ditampilkna. Biasanya file gambar yang ditampilkan dalam layar HP bertipe “PNG”.

Siapkan gambar degan nama dan extensi berikut: “btw.png,globe.png,ipod.png,printer.png,sepeda.png”
File di atas dapat diganti sesuai dengan keinginan kita.

MIDShowImage.java

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
import javax.microedition.midlet.*;
 
import javax.microedition.lcdui.*;
 
public class ShowImageNext extends MIDlet {
 
private Display display;
 
private Canvas canvas;
 
private Command cmdNExt;
 
private int counter = 0;
 
public ShowImageNext() {
 
canvas = new CanvasShowImg();
 
}
 
public void startApp() {
 
display.getDisplay(this).setCurrent(canvas);
 
}
 
public void pauseApp() {
 
}
 
public void destroyApp(boolean unconditional) {
 
}
 
//End of MIDlet
 
public class CanvasShowImg extends Canvas {
 
private Image currentImg;
 
public CanvasShowImg() {
 
}
 
protected void paint(Graphics g) {
 
try {
 
//set background to white
 
g.setColor(0xFFFFFF);
 
g.fillRect(0, 0, this.getWidth(), this.getHeight());
 
String[] option = {"/btw.png", "/globe.png", "/ipod.png", "/printer.png", "/sepeda.png"};
 
currentImg = Image.createImage(option[counter]);
 
System.out.println(counter);
 
} catch (Exception e) {
 
e.getMessage();
 
}
 
g.drawImage(currentImg, getWidth() / 2, getHeight() / 2, Graphics.VCENTER | Graphics.HCENTER);
 
}
 
public void keyPressed(int keycode) {
 
switch (getGameAction(keycode)) {
 
case Canvas.RIGHT:
 
counter = counter + 1;
 
repaint();
 
break;
 
case Canvas.LEFT:
 
break;
 
default:
 
}
 
}
 
}
 
}

Hasil program di atas adalah sebagai berikut:

Program menampilkan gambar

Program menampilkan gambar

Keterangan:

Klik panah ke kanan untuk melihat gambar selanjutnya.

Memanfaatkan Notepad++ untuk membuat Syntax highlight Code pada Microsoft Word 2007

October 14th, 2009 myandisun No comments

Syntax highlight adalah bagaimana menyajikan kode program dengan warna berbeda berdasarkan keyword, nama variabel, nama function, yang biasanya ditemukan pada kode editor bahasa pemrograman.

Secara default kode program yang akan dimasukkan ke word dari editor akan berwarna hitam. Hal itu berbeda dengan warna yang ada pada editornya. Warna hitam pada semua kode program akan menyulitkan untuk memahami kode program yang dituliskan pada word.

Software tambahan yang dibutuhkan akan text editor Notepad++. Notepad++ adalah editor kode program yang mensupport beberapa bahasa pemrograman. Notepad++ dapat didownload (klik disini) gratis. Berjalan pada lingkungan windows dan penggunaan di atur oleh GPL License. Bahasa pemrograman yang dapat dukung oleh Notepad++ adalah:

C C++ Java C# XML HTML
PHP CSS makefile ASCII art (.nfo) doxygen ini file
batch file Javascript ASP VB/VBS SQL Objective-C
RC resource file Pascal Perl Python Lua TeX
TCL Assembler Ruby Lisp Scheme Properties
Diff Smalltalk Postscript VHDL Ada Caml
AutoIt KiXtart Matlab Verilog Haskell InnoSetup
CMake YAML

Install Notepad++

Sebelum menginstall Notepad++, aplikasi harus didownload secara gratis (klik disini untuk download).

File master Notepad++

File master Notepad++

Setelah proses download selesai, maka install Notepad++ tersebut dengan mendobel klik file masternya.

Memulai Mengetikkan Kode Program

Ketikkan kode program yang dinginkan di Notepad++. Selain megetik, kode program yang juga dapat diperolah dengan mengkopi dari software atau editor lain.

Pada artikel ini penulis menggunakan kode PHP sebagai contoh.

Kode program sebelum dipilih bahasanya

Kode program sebelum dipilih bahasanya

Read more…

Categories: Artikel Tags: , , , ,

Menambah Barcode pada Ms. Word 2007

October 4th, 2009 myandisun 2 comments

Perkembangan teknologi khususnya teknologi dalam teknik memasukkan data, maka semua tugas dari mata kuliah saya harus dilengkapi dengan barcode. Tutorial menambahkan barcode dapat dibaca pada artikel ini. Tutorial ini menggunakan Microsoft Word 2007 sebagai contohnya.

Berikut salah satu komponen barcode yang dapat digunakan dan didapatkan dengan gratis. Komponen tersebut bernama “TechnoRiver Free Barcode Component”.

1. Download komponen barcode “TechnoRiver Free Barcode Component” URL berikut:

2. Setelah selesai didownload, install komponen tersebut dengan cara mendouble klik pada file tersebut untuk.

Software TechnoRiver Free Barcode Component

Software TechnoRiver Free Barcode Component

3. Setelah selesai, langkah selanjutnya adalah membuka Miscrosoft Word 2007, dan memasukkan ke Microsoft Word.
4. Tempatkan kursor di tempat yang ingin dimasukkan barcode.
5. Pilih menu Insert

Pilih Menu Insert

Pilih Menu Insert

6. Pilih Menu Object – Object

Pilih Object - Object

Pilih Object - Object

Jika menggunakan Microsoft Office 20003, pilih menu Insert – Object.

Read more…

Categories: Artikel Tags: , ,

Cara cepat setting IP Address

September 16th, 2009 myandisun 2 comments

Ketika menggunakan laptop kemungkinan kita berpindah tempat sangat besar. Misal di kantor suatu saat kita dari ruang kita pergi ke ruang lain. Hal ini akan timbul permasalahan ketika ingin terhubung dengan jaringan baik wireless atau kabel sering disibukkan mensetting IP Address, subnet mask, dafault gateway, dan DNS server. Hal ini memakan waktu, karena harus mengklik menu, ke sub menu, ke sub menu lagi dan seterusnya, kemudian mengetikkan konfigurasi IP Address.

Setting jaringan biasanya dimulai dari “Control Panel” pilih “Network Connections” atau dari “System Tray” klik kanan pada icon Network, pilih “Open Network Connections” . Window ini biasanya disebut Network Interface Card. Pada window ini, biasanya ada dua pilihan:

  • “Local Area Connection” untuk jaringan kabel
  • “Wireless Network Connection” untuk jaringan wireless

Pilih salah satu item tersebut, klik kanan pilih “Properties”, pilih “Internet Protokol (TCP/IP)” di situlah kita akan merubah setting IP. Langkah setting ini akan selalu Anda lakukan ketika pindah ke tempat lain dengan.

Window setting IP Address

Window setting IP Address

Ada cara lebih baik untuk menyelesaikan masalah itu yaitu menggunakan perintah “netsh” dari “Command Prompt”. Agar dapat masuk ke “Command Prompt” dengan cepat, klik “Start/Run” masukkan “cmd”. masukkan perintah “netsh /?” akan terlihat opsi dan parameter yang dapat digunakan.

window_run

Window Run

Setelah diklik tombol “OK”, maka muncul window “Command Prompt”.

Window Command Prompt

Window Command Prompt

Yang perlu diperhatikan adalah teks yang harus dimasukkan pada file name adalah seperti pada gambar.

Nama Network Connection

Nama Network Connection

Contoh gambar di atas mempunyai arti network yang akan di setting bernama “Wireless Network Connection”. Jika ingin menganti item yang disetting tinggal diganti sesuai dengan nama yang terdapat pada komputer Anda.

Pembahasan berikutnya adalah bagaimana mensetting IP melalui “Command Prompt”.

Setting Static

  • Setting “IP address” dan “Subnet mask”:

Ketikkan perintah berikut pada jendela “Command Prompt”

Netsh interface ip set address source=static addr=192.168.0.25 mask=255.255.255.0
  • Setting “Default gateway”:

Ketikkan perintah berikut pada jendela”Command Prompt”

Netsh interface ip set address gateway=192.168.0.1 gwmetric=0
  • Setting Preferred DNS server:

Ketikkan perintah berikut pada jendela “Command Prompt”

Netsh interface ip set dns source=static addr=202.91.9.2
  • Setting Alternate DNS server:

Ketikkan perintah berikut pada jendela “Command Prompt”

Netsh interface ip add dns addr=202.91.9.3

Setelah Anda setting menggunakan “Command Prompt” di atas hasilnya adalah seperti gambar berikut.

Hasil setting IP Address menggunakan skrip

Hasil setting IP Address menggunakan skrip

Untuk melihat setting IP dari “Command Prompt” menggunakan perintah:

  • Netsh int ip show config

Atau menggunakan perintah:

  • ipconfig /all

Read more…

Overview AJAX (Asynchronus JavaScript and XML)

September 15th, 2009 myandisun No comments

by: Andi Sunyoto

Abstraksi

AJAX is not a new programming language, but a technique for creating better, faster, and more interactive web applications. With AJAX, your JavaScript can communicate directly with the server, using the JavaScript XMLHttpRequest object. With this object, your JavaScript can trade data with a web server, without reloading the page. AJAX uses asynchronous data transfer (HTTP requests) between the browser and the web server, allowing web pages to request small bits of information from the server instead of whole pages. The AJAX technique makes Internet applications smaller, faster and more user-friendly. Web applications have many benefits over desktop applications; they can reach a larger audience, they are easier to install and support, and easier to develop. However, Internet applications are not always as “rich” and user-friendly as traditional desktop applications. With AJAX, Internet applications can be made richer and more user-friendly.

Key Word: AJAX, Internet, JavaScript, XML, Asynchronus

1      Pengenalan AJAX

AJAX diperkenalkan oleh Jesse James Garret dari Adaptive Path pada tahun 2005. Ia mendeskripsikan bagaimana mengembangkan web yang berbeda dengan metode tradisional. Ia mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul “AJAX: A New Approach to Web Applications”. Pada artikelnya, Garret yakin bahwa aplikasi web dapat menutup jurang pemisah antara web dan aplikasi desktop.

Pengembangan web secara tradisional bekerja secara synchronously, antara aplikasi dan server, setiap kali melakukan link atau melakukan operasi “submit” pada form. Caranya, browser mengirim data ke server, server merespons dan seluruh halaman akan di refresh.

Aplikasi web yang bekerja dengan AJAX bekerja secara asynchronously, yang berarti mengirim dan menerima data dari user ke server tanpa perlu me-load kembali seluruh halaman, melainkan hanya melakukan penggantian pada bagian web yang hendak diubah. Penggunaan AJAX mulai popular ketika digunakan oleh Google pada tahun 2005.

AJAX bukanlah bahasa pemrograman baru, tetapi merupakan teknik baru penggunaan standar yang telah ada. Dengan AJAX kita dapat menjadi lebih baik, cepat dan menambah unsur user-friendly dan interaktif pada aplikasi web kita. AJAX berbasiskan pada JavaScript dan request HTTP.

AJAX berbasiskan standar terbuka seperti:

  • JavaScript
  • XML
  • HTML/XHTML
  • CSS

Dengan menggunakan JavaScript AJAX dapat mengirim dan menerima data antara web server dan web browser. Teknik yang dimiliki AJAX akan bergantian bertukar data dan mere-load ulang seluruh halaman.

Dengan demikian, untuk mempelajari AJAX, harus dipahami pula konsep standar di atas. AJAX di-support sebagian besar browser popular sehingga aplikasi AJAX adalah aplikasi cross-platform dan cross-browser.

Melalui AJAX, JavaScript dapat dikomunikasikan secara langsung dengan server menggunakan obyek JavaScript XMLHttpRequest. Obyek JavaScript ini dapat men-trade data sebuah web server tanpa harus me-reload (refresh) halaman web.

AJAX menggunakan asynchronouse data transfer (pada HTTP request) antara browser dan web server, yang memperbolehkan halaman web me-request bit yang kecil atau seluruh informasi dari server. Teknik AJAX membuat aplikasi internet menjadi kecil, cepat dan lebih user-friendly.

AJAX adalah aplikasi web yang lebih baik. Aplikasi web menambah keuntungan dibanding aplikasi desktop:

  • Dapat  menjangkau pengguna yang luas
  • Mudah diinstal
  • Mudah dikembangkan
  • Mudah dipelihara

Seperti yang kita ketahui, aplikasi internet tidak selalu susah dan user friendly seperti aplikasi dekstop. Dengan AJAX aplikasi internet semakin kecil, cepat dan mudah digunakan.

2      Model-Model Web

2.1    Model Tradisional

Yang dimaksud dengan model tradisional di sini adalah model yang sering digunakan tanpa AJAX. Pertama, browser membuat sebuah HTTP request dikirim ke server, misalnya /index.html.

Arsitektur model tradisional

Arsitektur model tradisional

Pada model ini, server mengirimkan response berisi seluruh halaman termasuk header, logo, navigasi, footer, dll. Ketika mengklik next maka akan menampilkan halaman baru lagi (artinya, header, logo, footer, navigasi dikirim ulang) dan seterusnya akan mengirimkan data halaman baru lagi setiap diminta request dari user.

Halaman seperti ini tidak masalah ketika data yang ditampilkan tidak memerlukan response yang cepat. Namun, akan menjadi masalah jika user menginginkan response yang cepat, misalnya ketika dipilih drop-down tertentu maka data yang ditampilkan berubah menurut nilai dari drop-down.

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , ,

Intro JavaScript and Hello World

September 13th, 2009 myandisun No comments

JavaScript adalah bahasa scripting yang popular di internet dan dapat bekerja di sebagian besar browser popular seperti Internet Explorer (IE), Mozilla FireFox, Netscape dan Opera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.

Beberapa hal tentang JavaScript:

  1. JavaScript didesain untuk menambah interaktif suatu web.
  2. JavaScript merupakan sebuah bahasa scripting.
  3. Bahasa scripting merupakan bahasa pemrograman yang ringan.
  4. JavaScript berisi baris kode yang dijalankan di komputer (web browser).
  5. JavaScript biasanya disisipkan (embedded) dalam halaman HTML.
  6. JavaScript adalah bahasa interpreter (yang berarti skrip dieksekusi tanpa proses kompilasi).
  7. Setiap orang dapat menggunakan JavaScript tanpa membayar lisensi.

Contoh skrip JavaScript dapat dilihat pada contoh berikut:

Nama file: js01.html

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
<html>
<head>
  <title>JavaScript</title>
</head>
 
<body>
  <script type="text/javascript">
    document.write("Hello world!");
    document.write("<p>Apa Kabar <br />" +
                   "<i>anda</i>?</p>");
  </script>
 
  <p>Demo output untuk menampilkan teks.
  </p>
</body>
</html>

Output file: js01.html

Menampilkan skrip pada HTML

Menampilkan skrip pada HTML

Keterangan:

  • document.write : untuk menampilkan teks di halaman HTML.

Teks yang akan ditampilkan dapat dimasukkan ke dalam tag HTML. Tag akan dieksekusi oleh browser ketika teks ditampilkan. Hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam JavaScript adalah:

  • Seperti pada C++/Java, perintah dalam Java diakhiri dengan ”;” (titik koma).
  • Komentar menggunakan:

//           : untuk satu baris perintah

/*…*/  : untuk kelompok program (banyak baris)

Categories: JavaScript Tags: , ,

J2ME: Form dan Ticker

September 11th, 2009 myandisun 2 comments

Apabila sedang menyaksikan tayangan pada televisi akan sering terlihat berita pada bagian bawah layar yang berupa tulisan berjalan. Atau pada acara yang berhubungan dengan bursa efek akan bisa dilihat juga berupa tulisan berjalan yang memberikan informasi mengenai keadaan saham pada saat itu. Untuk membuat “tayangan” seperti itu pada layar ponsel dapat digunakan class Ticker.

Class Ticker tampak seperti animasi teks berjalan terus menerus dari kanan ke  kiri. Untuk menampilkan obyek Ticker yang telah dibuat, kita perlu memanggil method setTicker() yang didefinisikan pada class Displayable. Ini artinya, method tersebut dapat kita panggil dari obyek turunan dari kelas Screen maupun Canvas.

Pada modul ini akan mengekplorasi ticker. Disini akan membuat obyek Ticker dan mengkaitkannya dengan obyek Form.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
import javax.microedition.midlet.*;
import javax.microedition.lcdui.*;
 
public class MIDTicker extends MIDlet implements CommandListener {
	private Form form;
	private Display display;
	private Ticker ticker;
	private Command cmdKeluar;
 
	public MIDTicker() {
		cmdKeluar = new Command("Keluar", Command.EXIT, 1);
		ticker = new Ticker("Saham TELKOM naik 10 point");
		form = new Form("Ticker");
		form.setTicker(ticker);
		form.addCommand(cmdKeluar);
		form.setCommandListener(this);
	}
 
	public void startApp() {
		display = Display.getDisplay(this);
		display.setCurrent(form);
	}
 
	public void pauseApp() {
	}
 
	public void destroyApp(boolean unconditional) {
	}
 
	public void commandAction(Command c, Displayable d) {
		if (c == cmdKeluar) {
			destroyApp(false);
			notifyDestroyed();
		}
	}
}

Berikut keterangan kode program di atas:

Untuk membuat objek ticker digunakan baris berikut :

ticker = new Ticker("Ini text berjalan yang akan ditampilan pada layar ");

Sedangkan untuk menambahkan objek ticker pada form digunakan method setTicker(objekTicker), seperti di bawah ini :

form.setTicker(ticker);

Berbeda pada ponsel lainnya, pada Siemens, teks dari objek ticker menempati baris sama dengan title dari form. Selain itu, teks pada objek ticker hanya berjalan setelah layar saja.

midlet_ticker01

1.1.    Setting Teks pada Ticker

Pada class Ticker terdapat dua method yaitu getString() dan setString(String str). Berikut adalah contoh untuk aplikasi yang memberikan fasilitas bagi user untuk mengubah teks yang ditampilkan oleh objek ticker. Berikut adalah contoh dari aplikasi tersebut. Aplikasi ini dapat memodifikasi aplikasi ticker sebelumnya.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
import javax.microedition.midlet.*;
import javax.microedition.lcdui.*;
 
public class MIDTickerLanjut extends MIDlet implements CommandListener {
	private Form form;
	private Display display;
	private Ticker ticker;
	private Command cmdKeluar;
	private Command cmdTicker;
	private TextField textField;
 
	public MIDTickerLanjut() {
		cmdKeluar = new Command("Keluar", Command.EXIT, 1);
		cmdTicker = new Command("Set Ticker", Command.SCREEN, 2);
		textField = new TextField("Teks : ", "", 50, TextField.ANY);
		ticker = new Ticker("");
		form = new Form("Ticker");
		form.append(textField);
		form.addCommand(cmdKeluar);
		form.addCommand(cmdTicker);
		form.setCommandListener(this);
	}
 
	public void startApp() {
		display = Display.getDisplay(this);
		display.setCurrent(form);
	}
 
	public void pauseApp() {
	}
 
	public void destroyApp(boolean unconditional) {
	}
 
	public void commandAction(Command c, Displayable d) {
		if (c == cmdKeluar) {
			destroyApp(false);
			notifyDestroyed();
		}
		if (c == cmdTicker) {
			form.setTicker(ticker);
			ticker.setString(textField.getString());
		}
	}
}

Aplikasi ini merupakan hasil modifikasi dari MIDTickerLanjut.java. Objek yang ditambahkan adalah objek textField yang akan digunakan oleh user untuk memasukkan teks yang akan digunakan oleh objek ticker. Pada konstruktor hanya dilakukan pembuatan objek ticker dan belum ditambahkan pada objek form. Setelah “tombol” Ticker ditekan baru objek ticker ditambahkan pada form dengan baris seperti berikut ini:

if (c == cmdTicker) {
  form.setTicker(ticker);
  ticker.setString(textField.getString());
}

Untuk menampilkan teks yang diisikan user pada textField digunakan baris berikut:

ticker.setString(textField.getString());

midlet_ticker02

Mobile Tracking Memanfaatkan Teknologi Global Positioning System (GPS) dan General Packet Radio Service (GPRS)

September 8th, 2009 myandisun 4 comments

by: Andi Sunyoto

ABSTRACT

An integration of a GPS receiver module and GPRS for monitoring and tracking of vehicle position has been designed and implemented. The GPS receiver module is a equipment able to generate position data, but it unable to send the data position to the control system. A GPRS technology in mobGPile device can transmit data over internet, so it can be used to transmit object position to control system in order to be monitored.

This research aims to build a system for monitoring and tracking the vehicle’s position. The system are divided into three parts: block I, block II and block III. Block I consist of two devices : A GPS receiver module and a cellular phone running a java application (J2ME). The application is used to stream, parse and processed NMEA data from the GPS receiver module before transmiting it to the control system (block II) over a GPRS connection. Block II consists of a web server and a database server for catching the data position sent from block I and store it in database server. Block III consists of visualization and monitoring application to visualize vehicle’s positions over the digital map. The last position of the vehicle data are taken from the database server.

The result of this research is an integration of two technologies that can be used to monitor and track of vehicles position. The success of the monitoring and tracking are dependent on : the NMEA data stream from the GPS receiver module, the accuracy of GPS receiver module and the digital map used by the system.

Key words : GPS, GPRS, NMEA, Tracking, J2ME

1.  PENGANTAR

Kasus yang membutuhkan mekanisme pemantauan posisi kendaraan semakin banyak, misalkan kasus dalam perusahaan taksi, distribusi barang, penyalahgunaan pemakaian mobil dinas dan sistem pengiriman BBM, barang pada perusahaan jasa.

Perusahaan maupun instansi biasanya menggunakan media komunikasi radio untuk mengetahui dengan menanyakan kepada pengemudi dimana posisinya. Jawaban yang diberikan pengemudi dijadikan dasar untuk mengetahui posisi kendaraan tersebut. Cara ini membuat data yang diberikan kadang tidak akurat, karena tergantung dari jawaban dari pengemudi.

Kemajuan teknologi penentuan lokasi seperti GPS (Global Positioning System) berkembang pesat dengan tingkat akurasi yang semakin teliti, bermacam variasi dan semakin murah. Posisi dapat diketahui jika membawa alat yang diberi nama GPS receiver yang berfungsi untuk menerima sinyal dari satelit GPS. GPS receiver berbentuk modul menghasilkan data NMEA yang berisi data posisi.

Perkembangan jaringan teknologi (wireless) khususnya handphone semakin pesat. Sebuah handphone tipe tertentu sudah dilengkapi fitur Java dan GPRS. Fitur Java memungkinkan menambahkan aplikasi yang dibangun dengan J2ME. Teknologi GPRS (General Packet Radio Service) dapat digunakan sebagai media pengiriman data secara nirkabel melalui koneksi internet.

Tracking kendaraan adalah mekanisme bagaimana memantau keberadaan kendaraan yang bergerak dan jalurnya di muka bumi. Pengertian bergerak dalam perpektif geografi adalah perpindahan posisi suatu obyek dari suatu koordinat ke koordinat lain. Tracking diperoleh dengan merekam data perpindahan tersebut. Penerapan sistem ini, pihak operator tidak perlu menanyakan ke pengemudi tentang posisinya.

Modul GPS receiver mempunyai karekteristik dapat menghasilkan informasi data posisi tetapi tidak dapat mengirimkan data tersebut dengan jarak jauh. GPRS sebagai teknologi komunikasi wireless dapat mengirimkan data melalui jaringan internet. Karakteristik yang dimiliki oleh GPS dan GPRS dapat diintegrasikan untuk membangun sistem monitoring posisi dan tracking kendaraan.

2.  CARA PENELITIAN

Penelitian ini secara garis bersar dibagi menjadi beberapa blok, yaitu blok I, blok II, dan blok III. Pembagian masing-masing blok dapat dilihat pada gambar berikut.

Pembagian komponen blok sistem

Pembagian komponen blok sistem

2.1 Komponen Blok I

Pada Blok I berisi seperangkat GPS dan handphone. Blok I bertugas mengirimkan data posisi yang dibaca dari GPS ke Blok II secara otomatis.

Proses komponen blok I

Proses komponen blok I

Modul GPS receiver dan handphone dikoneksikan menggunakan bluetooth, kemudian data posisi dari modul GPS receiver diambil handphone melalui aplikasi J2ME. Aplikasi ini pertama mengambil data NMEA tipe RMC. Data tersebut kemudian di parsing untuk dipisahkan antara data longitude, latitude dan kecepatan dikirimkan ke Web Server melalui jaringan GPRS. Gambar proses yang terjadi di Blok I dapat dilihat pada gambar di atas.

2.2 Komponen Blok II

Blok II berisi Web server dan Database server yang berfungsi menerima data dari Blok I. Proses yang terjadi pada Blok II dapat dilihat pada gambar berikut.

Proses komponen blok II

Proses komponen blok II

Web server dilengkapi dengan pemrograman internet server-side scripting ASP untuk menangkap data posisi (longitude dan latitude), kecepatan dan status yang dikirim dari Blok I.

Read more…

Categories: Jurnal Tags: , , , ,

J2ME: Pengaksesan File Multimedia Pada Mobile Device dengan MMAPI

September 3rd, 2009 myandisun No comments

By: Andi Sunyoto

Abstraksi

Mobile Media API (MMAPI) is an optional package yang mendukung aplikasi multimedia di peralatan J2ME. Ini adalah standar Java yang ditetapkan oleh Java Community Process (JCP) dalam JSR 135. Standar ini didesain fleksibel jalan di beberapa protokol dan format; contoh pengimplementasiannya tidak harus dengan protokol HTTP atau Real-Time Transport Protokol (RTP) saja, atau media dengan format MP3. MIDI atau MPEG-4 saja.

Pengantar MMAPI

Artikel ini menyediakan suatu pengenalan dari arsitektur MMAPI dan API, yang dilengkapi suatu contoh kode yang menunjukkan bagaimana MMAPI dapat digunakan untuk membangun aplikasi-aplikasi multimedia Wireless Java.

MMAPI sudah dirancang untuk berjalan di setiap virtual machine berbasis J2ME, termasuk CDC dan CLDC.

Pengembang MMAPI dirancang dengan fitur sebagai berikut:

  • Mendukung untuk Tone Generation, Playback, and Recording of Time-Based Media: paket ini mendukung setiap isi audio dan video yang berbasis waktu (time-based).
  • Small Footprint: MMAPI bekerja pada batas-batas memori yang tegas dari alat-alat CLDC.
  • Protocol- and Content-Agnostic: API tidak dibiaskan ke tipe atau protokol yang spesifik.
  • Subsettable: pengembang dapat mendukung tipe tertentu.
  • Extensible: Fitur baru dapat ditambahkan dengan mudah tanpa menghilangkan kemampuan sistem yang sebelumnya. Lebih penting lagi, format-format tambahan dapat dengan mudah didukung, dikbuat framework dan ditempatkan untuk kontrol tambahan.
  • Options for Implementers: API menawarkan fitur untuk tujuan-tujuan yang tertentu. API didesain dan dirancang untuk mengizinkan developer meninggalkan beberapa fitur jika mereka tidak bisa didukung.

Multimedia Processing

Ada dua bagian untuk mengolah multimedia:

  • Protocol Handling: membaca data dari suatu sumber seperti sebuah file atau suatu streaming server ke dalam sistem media-processing.
  • Content Handling: menguraikan (parsing) atau decoding data dan merendernya menjadi sebuah keluaran seperti spiker audio atau layar video.

Agar dapat memfasilitasi operasi di atas, API menyediakan dua tipe obyek high-level:

  • DataSource mengencapsulasi penanganan protokol dengan penyembunyian detail bagaimana data itu dibaca dari sumbernya. Method obyek mempunyai berguna yang memungkinkan obyek Player menangani  isi.
  • Player membaca data dari DataSource, memprosesnya merendernya untuk ditampilkan di piranti. Obyek ini menyediakan metoda untuk mengendalikan media untuk playback, termasuk metoda untuk mengendalikan tipe tertentu mengakses fitur tipe media tertentu..

MMAPI menetapkan obyek ketiga, sebuah mekanisme yang dikenal sebagai Manager yang memungkinkan aplikasi membuat Players dari DataSources, dan dari InputStreams.

Arsitektur MMAPI

Arsitektur MMAPI

Read more…

Overview: High Speed Downlink Packet Access

August 20th, 2009 myandisun 1 comment

Abstraksi

HSDPA (high speed downlink Packet Access) adalah teknologi yang datang menyertai 3G. yang membedakan antara 3G dan HSDPA adalah kecepatan akses transfer datanya walaupun infrastruktur yang digunakan sama, sehingga untuk mengimplementasikan HSDPA tidak memerlukan biaya investasi yang tinggi. Kecepatan HSDPA yang dipasang mendukung 1.8 Mbit/s sampai 3.6 Mbit/s saat downlink. Untuk kedepannya direncanakan mencapai 7.2 Mbit/s. Keuntungan yang dapat diperoleh adalah user dapat untuk mengakses data yang besar.

1.  Pendahuluan

Solusi mobiltas adalah menggunakan teknologi wireless, yang memungkinkan pengguna untuk menjelajah dengan murah tanpa diributkan dengan kabel, walaupun masih memerlukan penanganan infrastruktur back-end. Dalam pembicaraan sehari-hari wireless adalah sebuah bungkus lama untuk radio transmiter (perpaduan antara peralatan receiver dan transmitter) seperti diterapkan pada jaman radio telegram. Sekarang teknologi tersebut berkembang pesat dengan memunculkan fitur baru.

Fenomena ketika GPRS keluar pertama kali, fitur ini menjadi pertimbangan utama saat membeli ponsel. Ketika teknologi 3G atau dieropa dikenal dengan nama UMTS (universal mobile telecomunication system) juga sama. Kemunculan 3G dibarengi dengan kemunculan HSDPA (high speed downlink packet access). HSDPA adalah keturunan dari 3G. HSDPA ini dikenal dan digolongkan ke dalam teknologi 3.5G, karena kecepatan transfer datanya lebih bagus dibanding 3G. 3G pada permulaannya maksimal sampai 384 kbit/s, sedangkan dengan HSDPA dapat dinaikkan menjadi 14 Mbit/s.

Salah satu alasan HSDPA muncul hampir berberengan dengan 3G, karena HSDPA berjalan difrekuensi yang sama yang digunakan 3G. Sehingga investasi yang ditanamkan tidak terlalu besar terutama untuk software dan hardware.

Perkembangan HSDPA tidak terlepas dari perkembangan teknologi GSM pada tiap generasinya. Tiap generasi memiliki kemampuan transfer data yang lebih cepat. Berikut evolusi perkembangan generasi ke generasi GSM sampai ke arah HSDPA.

2.  Generasi Perkembangan GSM

2.1. Generasi Pertama (1G)

Hampir semua teknologi dimulai untuk keperluan militer yang kemudian dipergunakan untuk umum. Sama halnya dengan perkembangan teknologi GSM. Waktu 1G pendek di dalam perkembangan teknologi telepon mobile. 1G berupa telepon analog yang diperkenalkan pada tahun 1980an dan dilanjutkn sampai digantikan dengan generasi kedua (2G) yang berbentuk digital. Beberapa generasi pertama mengikuti standar NMT (Nordisk MobilTelefoni atau Nordiska MobilTelefoni-gruppen), CDPD (Celluler Digital Packet Data, Mobitex and DataTAC).

Categories: Jurnal Tags: , , , , , , ,